Ini Kekhawatiran Operator Terkait Registrasi Prabayar
Vivanews — 17 Jul 2014 18:21

VIVAnews – Pemerintah telah menggalakkan registrasi prabayar sejak 2005 lalu. Namun banyak kendala yang dihadapi, termasuk pemberian data diri pengguna yang tidak valid. Pemerintah memberlakukan kebijakan registrasi ulang data diri pengguna seluler sampai Agustus ini. Jika tidak maka sim card akan diblokir atau hangus.

Operator telekomunikasi menyambut baik hal ini. Selain bisa mengurangi potensi churn di kemudian hari, mereka juga bisa lebih maksimal dalam melayani pelanggan. Namun yang menjadi kendala adalah kesadaran pelanggan dan awareness outlet terhadap pentingnya registrasi, serta proses validasi data yang masih belum ada solusinya.

“Telkomsel mendukung penuh pelaksanaan peningkatan kualitas proses registrasi pelanggan prabayar. Selain melakukan update kebijakan internal, kami juga telah mengimplementasikannya secara bertahap di seluruh GraPARI, berikut sosialisasi dan edukasi kepada mitra agen dan distributor, serta menyiapkan mekanisme registrasi ulang data pelanggan,” papar VP Corporate Communication Telkomsel, Adita Irawati, kepada VIVAnews, Kamis, 17 Juli 2014.

Meski tidak mengalami kerugian terkait registrasi prabayar yang tidak tertib, kata Adita, kebijakan ini bisa memperbaiki kualitas database pelanggan Telkomsel. Bahkan data tersebut bisa membantu operator agar bisa lebih maksimal melayani pelanggan.

“Data akurat yang diberikan pelanggan bisa juga menjadi dasar kami untuk mengembangkan bisnis, misalnya untuk layanan mobile advertising,” kata Adita.

Namun begitu, lanjutnya, yang menjadi tantangan terbesar adalah membuat petugas penjualan di level outlet mampu memahami pentingnya registrasi pelanggan prabayar sehingga dengan sukarela mau membantu program pemerintah dalam mensukseskan registrasi prabayar.

"Validasi akan tetap menjadi tantangan bagi operator," kata Adita.

Namun begitu, lanjut dia, kombinasi antara sosialisasi secara intens dan reward bagi outlet yang mendukung program akan sangat menentukan keberhasilan program dimaksud.

Peduli Validasi Data Pelanggan

Kepatuhan yang sama terhadap kebijakan ini juga disampaikan oleh XL. Meski mengaku tidak ada kerugian materiil yang dialami, operator terbesar kedua di Indonesia itu mendukung aturan yang telah dikeluarkan ini. Menurut pihak XL, penertiban registrasi pelanggan bisa sebagai referensi database pelanggan secara nasional yang akurat dan terpercaya, langkah ini juga dapat meminimalisir penyalahgunaan sarana telekomunikasi untuk tindakan kejahatan.

"Keuntungan langsung yang dirasakan, misalnya Know Your Customer (KYC) yang lebih baik karena data pelanggan akurat. Oleh karena itu kami sebagai operator telah siap untuk menyediakan program yang akan membantu memudahkan pelanggan untuk melakukan proses registrasi ini," ujar VP Corporate Communication XL Axiata, Turina Farouk.

Menurut Turina, setidaknya ada dua tantangan yang akan dihadapi dalam pelaksanaan ini. Selain kendala implementasi karena jumlah agen penjual pulsa yang banyak, mereka harus memastikan proses dan keakuratan data yang ada.

"Dibutuhkan sistem yang mumpuni, misalnya interface dan aplikasi registrasi agar terhubung dengan database e-KTP. Harus ada akses data yang terintegrasi antara identitas penduduk dengan operator sehingga ketidakakuratan data bisa dicegah," kata Turina.

XL dan Telkomsel sendiri sejatinya telah memiliki saluran pendaftaran prabayar baik melalui SMS ke 4444, call centre, website, sampai aplikasi yang tertanam di sim card.

Saat ini pemerintah menekankan pentingnya registrasi ulang prabayar sebelum Agustus 2014. Jika sampai batas waktu yang ditentukan para pelanggan tidak juga memberikan data yang valid, maka kartu sim tidak akan lagi bisa digunakan. Kebijakan dilakukan untuk meminimalisir tingkat kejahatan dengan menggunakan kartu prabayar yang notabene gampang didapatkan dan dibuang. Kartu prabayar memang menjadi favorit para pengguna seluler di Indonesia karena mudah mendapatkannya dan hargana murah.

Dari 135 juta pelanggan Telkomsel, sekitar 98 persen merupakan pelanggan prabayar. Sedangkan dari total 65 juta pelanggan XL Axiata, pelanggan pascabayar hanya 400 ribu. Ini artinya, sebanyak 99 persen pelanggan XL merupakan pelanggan prabayar. (ren)

512
512