Menanti Telepon Murah Berbasis Internet
Selular — 13 Jan 2016 11:00

Jakarta, Selular.ID – Kehadiran 4G berbasis teknologi LTE (Long Term Evolution) tidak hanya menjanjikan akses internet mobile berkecepatan tinggi. Ada layanan menarik lain yang bisa disajikan. Salah satunya yaitu VoLTE (Voice over LTE) yang sudah mulai digembar-gemborkan.

VoLTE adalah layanan suara (bertelepon) namun kali ini suara dikirimkan tidak melalui jalur sendiri. Melainkan ditumpangkan pada jalur akses internet. Ini lantaran pada teknologi 4G LTE, tidak lagi disediakan jalur khusus untuk komunikasi suara. Jalur yang ada hanya diperuntukkan untuk akses internet. Berbeda dengan teknologi 3G/3,5G yang masih menyisakan jalur khusus untuk layanan suara.

Bisa dikatakan layanan VoLTE mirip dengan layanan yang disediakan pemain OTT (over the top), seperti WhatsApp Call, Skype Call atau Line Call yang saat ini sudah bisa dinikmati. Sayangnya layanan menelpon via internet yang disediakan oleh beberapa aplikasi instant messaging itu, dinilai kurang memuaskan. Karena masih sering terjadi jeda (lag) bahkan error saat sedang menelpon. Ini tidak lain karena layanan tersebut masih berjalan di kecepatan internet yang kurang memadai.

Kejadian itu yang dijanjikan tidak akan terjadi ketika berjalan di akses 4G. Bahkan dijamin kualitas suara percakapan telepon akan terdengar lebih jernih hingga setara kualitas High Definition Voice. Ini lantaran tak lagi dilakukan kompresi secara signifikan pada file suara yang dialirkan pada jaringan 4G LTE. Hal ini dimungkinkan karena jaringan 4G LTE menyediakan kapasitas bandwidth yang lebih besar.

VoLTE juga mampu menghadirkan cara berkomunikasi yang semakin kaya. Dengan VoLTE saat sedang bertelepon bisa sekaligus mengirim foto, musik, video, lokasi dan konten lainnya. Tidak heran jika para operator yang sedang mengembangkan layanan 4G saat ini, juga mengedepankan VoLTE sebagai salah satu layanan andalan.

Telkomsel
Telkomsel sudah melakukan melakukan uji coba VoLTE sejak pertengahan tahun 2015 ini. Rencananya layanan ini akan dihadirkan pada tahun depan. Telkomsel berhasrat layanan VoLTE bisa menyaingi layanan sejenis yang disediakan oleh para pemain OTT. Bahkan Telkomsel juga melakukan uji coba Voice over Wifi.

“Uji coba VoWiFi dan VoLTE merupakan upaya kami untuk menghadirkan kualitas layanan yang lebih baik” ujar Ivan Permana, Vice President Technology & System Telkomsel. Lebih lanjut Ivan menjelaskan, layanan VoLTE dan VoWiFi akan diplot sebagai layanan baru Telkomsel untuk menghadapi OTT semacam Line dan WhatsApp. “Layanan baru dari Telkomsel ini memiliki berbagai keunggulan dibanding berkomunikasi dengan layanan voice OTT. Karena suara yang dihasilkan lebih jernih.

Smartfren
Smartfren juga kepincut untuk menyediakan layanan VoLTE. Munir Syahda Prabowo, Vice President Network Smartfren Telecom memyebutkan Smartfren sudah siap dengan VoLTE, namun saat ini masih percobaan. “Kami terus menyempurnakan supaya ketika kami hadirkan ke publik mereka puas dengan layanan ini” tambahnya.

Nantinya VoLTE akan dikombinasikan juga dengan VoWiFi. Bedanya adalah, VoWiFi mengandalkan jaringan WiFi sebagai jalur koneksinya. Namun meski memiliki potensi yang bagus, namun Smartfren tidak mau terburu-buru memanfaatkan layanan VoLTE. “Layanan yang bagus juga perlu momen yang pas agar bisa diminati pengguna. Jangan terlalu cepat dan jangan pula sampai terlambat” kata Roberto Saputra, Direktur Smartfren. Smartfren rencananya akan menghadirkan layanan VoLTE di qwartal pertama 2016.
Bolt
Bolt juga tidak mau ketinggalan menyediakan layanan VoLTE. “Pasti ke depannya, orang bakal pakai VoLTE. Ini persoalan waktu saja” kata Dicky Moechtar, Chief Executive Officer Bolt. Sebenarnya jaringan 4G LTE Bolt yang memanfaatkan spektrum frekuensi 2.300 MHz, hanya dapat digunakan untuk layanan data (internet) saja. Artinya, Bolt tidak boleh menyelenggarakan layanan panggilan suara. Namun karena layanan suara VoLTE berbasis akses data, maka itu dimungkinkan.

Baca Juga:  Telkomsel Gelar Konser Amal Peduli Asap

XL
XL juga berniat menghadirkan layanan suara via akses LTE. Namun operator ‘si biru’ ini enggan menggunakan teknologi VoLTE. XL lebih memilih teknologi XL RCS (Rich Communication Suite over LTE). Sama dengan VoLTE, teknologi ini memungkinkan tak hanya melakukan panggilan suara, tapi juga berbagai macam aktivitas komunikasi, seperti video call dan pesan instan melalui jaringan LTE.

“Kalau VoLTE membutuhkan handset yang sudah bisa mendukung teknologi itu” papar Director Service Management XL, Ongki Kurniawan. Lanjut Ongki mengatakan handset yang mendukung pun saat ini masih sedikit dan kebanyakan premium, alias berharga mahal, seperti iPhone 6 dan Galaxy S6. Tak hanya itu, kartu uSIM yang dipakai pun harus khusus yang sudah mendukung VoLTE. “Maka dari itu, kami lebih memilih untuk menekan pengembangan dari XL RCS ini agar bisa lebih banyak kalangan yang bisa memakainya,” tambahnya. XL berencana melepas RCS untuk publik di tahun 2016, khususnya jika layanan 4G LTE sudah luas cakupannya.

Indosat
Bagi Indosat, VoLTE sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari layanan 4G LTE. Presiden Direktur Indosat Alexander Rusli menilai implementasi VoLTE merupakan sebuah keniscayaan karena sesuai dengan tuntutan kemajuan teknologi. “Kalau untuk VoLTE mungkin kami gelar bisa tahun ini atau tahun depan.” katanya

Sedangkan untuk VoWiFi, Indosat belum akan fokus ke layanan itu. Alex mengungkapkan sampai sekarang belum ada teknologi yang memungkinkan migrasi panggilan suara dari Wi-Fi ke jaringan seluler bisa berlangsung mulus. “Jadi kalau kita lagi ngomong dan putus itu bisa repot. Saat ini belum ada teknologi yang stabil,” ucapnya.
Apapun jenis teknologinya dan nama layanannya, yang jelas layanan menelpon berbasis akses internet ini mengingatkan pada layanan VoIP (Voice over Internet Protokol) , yang sudah hadir sejak beberapa tahun lalu. VoIP kala itu muncul ketika layanan voice (menelpon) masih menjadi primadona, baik melalui telepon rumah maupun ponsel. Nasibnya, VoIP kala itu ditentang keras kehadirannya. Ini karena layanan voice yang juga dialirkan melalui akses internet ini, bisa memberikan tarif yang lebih murah, terutama menelpon ke luar negeri. Sehingga bisa mengganggu skema bisnis layanan menelpon dari operator yang sudah eksis kala itu.

Kini ketika layanan komunikasi sudah bertumpu pada akses internet, apalagi sudah memasuki era internet cepat 4G, layanan voice berbasis internet kini sudah tidak bisa lagi dibatasi. Justru layanan ini diprediksikan akan menjadi killer app atau layanan pemicu bagi akses 4G agar bisa berkembang lebih cepat. Edi

512
512