Bakrie Telecom Kesulitan Keuangan, Ini Kata Smartfren
— 18 Mar 2016 11:45


Bakrie Telecom Kesulitan Keuangan, Ini Kata Smartfren


JAKARTA (IndoTelko) – PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) tengah mengalami kesulitan keuangan sudah menjadi rahasia umum di kalangan industri seluler nasional. Pasca mengembalikan frekuensi 850 MHz ke pemerintah dan menjelma menjadi pemain aplikasi Esia Talk, perseroan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena ingin fokus bermain di aplikasi. Kabarnya, untuk menjalankan Esia Talk hanya butuh 50  karyawan. Proses PHK berjalan mulus, sayangnya pesangon para karyawan belum dituntaskan. Setidaknya itu bisa terlihat dari rintihan karyawan Bakrie Telecom di media sosial. (Baca juga: Nasib Bakrie Telecom)

Baca juga :

Angkat Taufan, Bukti Bakrie Tak Tinggalkan Esia

Esia Hanya akan Hadir di Jakarta, Jabar, dan Banten

Bakrie Telecom Semakin Fokus Genjot Esia Talk

Tak beresnya urusan pesangon tak bisa dilepaskan dari belum kelarnya proses restrukturisasi keuangan. (Baca juga: Rugi Bakrie Telecom) Nah, kalau begitu adakah dampaknya ke mitra penyedia jaringan BTEL yakni Smartfren? Sekadar informasi, pasca frekuensi 850 MHz dikembalikan ke pemerintah, alokasi diberikan ke Smartfren oleh negara. Setelah itu, Bakrie Telecom menyewa kapasitas jaringan ke Smartfren dengan biaya sewa sebesar Rp 30 miliar per bulan untuk jangka waktu sewa tiga tahun dan dapat diperpanjang  berdasarkan kesepakatan bersama. Bakrie Telecom juga sudah mengempit sekitar 6% saham Smartfren Telecom sebagai bagian dari konsekuensi kedua operator bersinergi menggelar layanan 4G berbasis Frequency Division Duplexing Long Term Evolution (FDD-LTE) di 800 MHz. (Baca juga: Bakrie Telecom dan Smartfren) Presiden Direktur Smartfren Telecom Merza Fachys kala dikonfirmasi terkait arus pembayaran dari Bakrie Telecom mengaku belum melihat secara detil. “Saya harus cek dulu ke keuangan. Tetapi kalau layanannya masih jalan, artinya bayar sewa masih aman itu,” selorohnya kemarin. Bagaimana akhir nasib dari Bakrie Telecom yang di awal kemunculannya sempat dianggap salah satu disruptive player di industri seluler nasional ini? (Baca juga: Nasib Bakrie Telecom). Kita lihat saja nanti.(id)

512
512