Bos XL Dorong Pemerintah Segera Keluarkan Regulasi Network Sharing
Okezone — 24 Jun 2016 21:40

​​​​​​​

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memiliki nawacita Indonesia broadband, dan salah satu operator seluler Indonesia XL ingin ikut berpartisipasi, terutama untuk wilayah luar kota.

Untuk menyelenggarakan broadband itu diperlukan investasi yang cukup banyak. Untuk mengakali investasi itu pemerintah bisa mengeluarkan network sharing.

"Pemerintah bisa mengeluarkan peraturan network sharing segera. Dengan network sharing nanti akan bisa lebih efisien," kata Dian Siswarini, CEO XL di depan awak media, Jumat (24/6/2016).

Seperti diketahui, regulasi tentang network sharing telah digodok sejak tahun lalu, namun hingga kini pemerintah belum mengeluarkan peraturan network sharing.

Terkendalanya peraturan network sharing, menurut Dian, kemungkinan pemerintah memerlukan waktu karena ada kepentingan berbeda untuk menyelaraskannya.

"Peraturan digodok sudah lama dari tahun lalu. Kemungkinan lama karena mungkin ada kepentingan berbeda dan untuk menyelaraskan hal itu (pemerintah, investor, dan konsumen) perlu waktu," tandasnya.

Adanya network sharing ini selain berimbas kepada investor yang tak banyak memakan dana, juga bisa berimbas kepada pengguna itu sendiri. Dian menjelaskan, ini memungkinkan pengguna di luar wilayah Jawa mendapatkan pilihan operator di sana.

Akan tetapi, seperti diketahui, wilayah di luar jawa diklaim didominasi oleh operator plat merah. Karena hal itu, maka terpiculah perang antara Indosat Ooredoo dan Telkomsel belakangan ini. Bahkan, Bos Indosat Ooredoo juga sempat meminta operator lain untuk melawan dominasi tersebut.

Terkait ajakan tersebut, CEO XL Dian Siswarini baru-baru ini memperlihatkan sikap netralnya. Dalam pandangannya, Industri telekomunikasi harus mengacu pada tiga hal.

"Telco Industry harus mengacu pada tiga hal, consumer, investor, dan pemerintah. Tiga hal ini harus berjalan selaras," jawabnya diplomatis di Jakarta, Kamis (23/6/2016).

Di samping itu ia juga menganggap, industri sangat kompetitif, dan pertarungan di pasar akan selalu ada.

"Industri sangat kompetitif, pertarungan di pasar selalu ada. Semua berlomba-lomba ingin memenangkan pasar. Dan, ini juga tak hanya berlaku di industri telekomunikasi, tetapi semuanya," papar Dian selepas meresmikan 4G LTE di Semarang.

512
512