4 Startup Asal Bandung yang Sukses Melenggang dengan Konsep Unik
Techinasia — 6 Oct 2016 09:00

Artikel ini disponsori oleh: bank mandiri

Mendengar kata “Bandung”, apa yang terlintas di benakmu? Selain pemandangannya yang cantik, berbagai kuliner lezat, dan ehm Ridwan Kamil, satu lagi yang tidak boleh terlewat—berbagai kreasi yang lahir dari warganya yang kreatif.

Memiliki lokasi yang strategis, banyak perguruan tinggi, serta anak-anak muda yang kreatif, Bandung menjadi tempat berkembang yang ramah bagi industri kreatif digital dan merupakan rumah bagi sejumlah startup. Di antaranya GeekHunter, Tinker Games, Sasbuzz, Kakatu, dan masih banyak lagi.

Selain nama-nama di atas, kami telah merangkum empat startup asal Bandung yang berhasil melenggang dengan konsep yang unik. Beberapa di antaranya bahkan sudah menembus pasar internasional lo!

Octagon

Virtual Reality (VR) memang sedang naik daun. Kamu yang ingin mencoba alternatif headset VR bisa mencoba produk milik Octagon.

ScreenshotOctagonVR

Startup ini memang fokus dalam mengembangkan produk serta solusi teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR), baik untuk perangkat mobile maupun perangkat wearable.

Selain headset VR Octagon, mereka juga memiliki rangkaian produk yang ditujukan untuk meningkatkan minat belajar anak-anak. Salah satunya adalah buku mewarnai digital yang bernama Octaland 4D+ Colour Me!

Octagon telah membawa produk-produknya ke sejumlah ajang internasional, seperti Augmented World Expo di California. Bahkan, mereka juga pernah menyabet penghargaan Best Apps dan Rising Star di ajang Wearable Technology Show (WTS) 2016 yang diselenggarakan di Inggris.

Kuassa

ScreenshotKuassa

Berawal dari sebuah blog, Kuassa akhirnya bermetamofosis menjadi sebuah startup yang bergerak di industri musik dan menyediakan berbagai software audio.

Founder Kuassa memang akrab dengan industri musik. Grahadea adalah anggota grup musik Homogenic, Arie tergabung di Disconnected, sementara Adhitya adalah salah satu figur di balik game horor lokal, DreadOut.

Dari musisi untuk musisi, para founder Kuassa paham betul produk seperti apa yang ingin mereka persembahkan berdasarkan pengalaman mereka dalam berburu software audio.

Sejak didirikan pada tahun 2009, Kuassa berhasil menjual ratusan ribu produk. Uniknya, mayoritas pengguna mereka justru bukan datang dari Indonesia, melainkan dari Amerika Serikat, Jerman, Australia, dan Jepang.

Digital Happiness

Dreadout Keepers of the Dark - Screenshot 1

Walaupun namanya Digital Happiness, ternyata studio game yang didirikan oleh Rachmad Imron ini justru menjadi spesialis game horor. Berawal dari sukses berkampanye di platform crowdfunding Indiegogo, DreadOut telah melampaui 1 juta unduhan untuk berbagai platform.

Game ini ternyata tidak hanya terkenal di Indonesia. Bahkan, YouTuber sekaliber PewDiePie juga memainkan game ini. DreadOut nampaknya berhasil memperkenalkan Kuntilanak dan kawan-kawannya ke berbagai belahan dunia.

AeroTerrascan

Apakah kamu pernah bermimpi bahwa suatu hari nanti Indonesia akan dapat meluncurkan roket ke luar angkasa seperti SpaceX? Sepertinya, dalam waktu dekat impian tersebut akan terwujud.

AeroTerrascan adalah sebuah startup yang berfokus pada pembuatan pesawat terbang tanpa awak. Sepuluh tahun yang lalu, Dian Rusdiana Hakim yang merupakan pemilik perusahaan tersebut, bermimpi membuat sebuah ekspedisi menembus stratosfer.

Menembus Langit | Photo 7

Baru di awal tahun 2016, Dian bertemu dengan perusahaan kreatif teknologi, kreatif komunikasi, dan pengembangan teknologi disruptif Dengan Senang Hati.

Simak bincang-bincang kami dengan tim Menembus Langit di podcast Tech in Asia TALKShow!

Dengan dukungan banyak pihak, AeroTerrascan akan menjadi bagian ekspedisi peluncuran pesawat tanpa awak Menembus Langit pada tanggal 28 Oktober 2016 nanti. Kamu juga bisa mendapatkan pengalaman seru dari tim Menembus Langit di Tech in Asia Jakarta 2016.

Apakah kamu juga punya ide startup yang tidak kalah keren dengan startup–startup tadi? Jangan takut untuk mencoba merealisasikan ide di kepalamu. Mungkin, ini sudah saatnya untuk kamu mengikuti ajang Wirausaha Muda Mandiri (WMM).

WMM adalah program yang dihadirkan oleh Bank Mandiri untuk mendukung para entrepreneur muda dalam mewujudkan ide mereka untuk memberikan kontribusi besar bagi masyarakat lewat ide bisnismu.

Dengan mengikuti WMM, kamu bisa mendapatkan berbagai manfaat. Di antaranya publikasi, pendampingan wirausaha, hingga networking dengan Bank Mandiri Group dan nasabah korporasi Bank Mandiri untuk mengembangkan bisnis.

Rangkaian acara WMM akan dibuka dengan Roadshow WMM yang akan diselenggarakan di Bandung, Yogyakarta, Bali, dan Surabaya. Bandung, sebagai “rumah” bagi industri kreatif akan menjadi tuan rumah gelaran Roadshow WMM yang pertama.

Ada apa di Roadshow WMM Bandung?

Dengan mengangkat tema “Creativity Through Technology”, pembicara dari berbagai latar belakang yang ahli di bidangnya akan membongkar berbagai hal tentang kreativitas dan teknologi.

Roadshow WMM Bandung akan diadakan pada:

Hari, tanggal: Senin, 10 Oktober 2016
Waktu: 18.00 – 21.00 WIB
Lokasi: Bober Cafe, Jl. R.E. Martadinata No. 123, Kota Bandung, Jawa Barat

Acara ini diadakan gratis secara terbatas. Segera dapatkan tiket dengan mendaftar di bawah ini:


Powered by Eventbrite

Pembicara:

1. William Eka (Associate Director, Skystar Capital)

Apakah kamu adalah entrepreneur yang memiliki passion untuk menjadikan Indonesia lebih baik? Skystar Capital memberikan dukungan bagi startup dengan semangat seperti yang kamu miliki. Pelajari lebih dekat dari William tentang bagaimana modal ventura (VC) dapat membantu kamu.

2. Clairine Runtung (Investment Associate, Convergence Ventures)

Convergence Ventures adalah perusahaan VC yang fokus memberikan pendanaan pra-seri A dan seri-A untuk perusahaan internet dan teknologi. Apakah kamu memiliki startup yang berbasis di Indonesia dan memiliki potensi yang kuat di pasar Indonesia? Clairine akan memberi bocoran bagaimana caranya agar startup kamu dilirik oleh investor seperti Convergence Ventures.

3. Andreas Surya (VP Portfolio & Investment, Kejora Ventures)

VC ini mencari entrepreneur dengan visi untuk membangun perusahaan teknologi yang bisa dipasarkan secara luas. Kalau kamu sudah atau ingin mendirikan perusahaan teknologi seperti itu, pasti kamu tertarik untuk menyimak pesan-pesan Andreas dari Kejora Ventures yang “memburu” startup teknologi untuk didanai.

4. Eddi Danusaputro (CEO, MCI)

Mandiri Capital Indonesia (MCI) adalah anak perusahaan Bank Mandiri yang bergerak sebagai VC. MCI mencari entrepreneur dengan ide bisnis yang menarik dan potensial berkembang pesat. MCI memberikan dukungan berupa modal, pembinaan, dan akses ke jaringan Mandiri Group. Seluk-beluk MCI akan dikupas lebih dalam lagi di sini.

5. Alfian Pamungkas (CEO, IDCloudHost)

IDCloudHost adalah startup penyedia layanan Web Hosting Provider berbasis SSD Cloud Hosting. Startup asal Bandung ini meraih Juara 2 Kategori Industri, Perdagangan dan Jasa pada program Wirausaha Muda Mandiri 2015. Alfian sebagai CEO akan pengalaman sepak terjangnya dalam menekuni startup teknologi, serta pengalaman yang didapatkan selama mengikuti program WMM.

(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto)

512
512