Littly Mungkinkan Kamu Ubah Uang Koin Menjadi Uang Digital
Techinasia — 12 Oct 2017 11:03

Founder: Ahmad Suaidi (CEO), Jafar Al Kadafi (CTO), Mukhlas Sutra Wirawan (Executive Programmer)
Industri: fintech
Status pendanaan: bootstrapping

  • Littly menawarkan solusi untuk kamu yang banyak memiliki uang receh berbentuk koin dan kamu bisa menabungnya melalui layanan Pahlawan Koin.
  • Saat ini, Littly mengklaim telah memiliki lima ratus pengguna dengan jumlah Pahlawan Koin yang mencapai dua ribu orang

button ulasan startup


Sebagai mahasiswa yang menimba ilmu di luar kota asal (perantau), Ahmad Suaidi juga mengalami masalah serupa dengan banyak mahasiswa lain, yaitu keuangan. Di akhir bulan, ia sering kehabisan uang di rekening. Padahal, mahasiswa Akuntansi di Universitas Bakrie ini sebenarnya mempunyai uang receh atau koin dalam jumlah yang cukup banyak.

“Menemukan uang koin yang berserakan itu seperti mendapat harta karun di akhir bulan. Tapi saya malu untuk berbelanja dengan semua uang koin tersebut,” kenang Ahmad kepada Tech in Asia Indonesia.

Dari situlah ia kemudian mendapat ide untuk membuat platform yang bisa mengumpulkan uang koin. Ia pun mengajak sahabat lamanya yang tengah mengenyam pendidikan di Universitas Brawijaya, yaitu Jafar Al Kadafi, untuk membantu dirinya. Jafar kemudian mengenalkan Ahmad pada developer lain yang juga kuliah di Universitas Brawijaya, yaitu Mukhlas Sutra Wirawan.

Mereka bertiga pun membangun sebuah platform pengumpulan uang koin yang bernama Littly sejak akhir tahun 2016.

Telah bisa digunakan di ratusan tokoLittly Transaction

Contoh penggunaan Littly untuk transaksi

Ide dari Littly sebenarnya sederhana. Mereka ingin membangun jaringan agen di berbagai kota yang disebut Pahlawan Koin. Pengguna yang ingin menabungkan uang koinnya bisa langsung mencari Pahlawan Koin terdekat, dan memberikan uang koin tersebut kepada mereka.

“Pada tanggal 6 Mei 2017, kami akhirnya meluncurkan sebuah aplikasi mobile yang bisa menarik dua ratus pengguna awal. Saat ini, telah ada lima ratus pengguna yang terdaftar di Littly dengan jumlah Pahlawan Koin yang mencapai dua ribu orang,” jelas Ahmad.

Untuk menambah jumlah Pahlawan Koin, Ahmad pun berusaha menggandeng beberapa yayasan yang mempunyai basis massa besar. Ia pun mengaku tengah berkomunikasi dengan sebuah jaringan toko retail besar di Indonesia agar uang kembalian dari transaksi di toko tersebut nantinya bisa langsung masuk ke akun Littly.

Lalu bagaimana kita menggunakan uang koin yang terkumpul itu? Saat ini, kamu telah bisa memanfaatkannya untuk berdonasi ke berbagai yayasan sosial, serta melakukan transaksi di toko-toko yang telah bermitra dengan Littly. Saat ini, Littly telah bekerja sama dengan 117 toko yang mayoritas merupakan kafe dan rumah makan di Depok, Jakarta Selatan, hingga di Grand Indonesia.

“70 persen pengguna kami menggunakan uang tersebut untuk berbelanja, sedangkan sisanya untuk donasi,” jelas Ahmad.

Saat ini, Littly mengaku baru mempunyai delapan orang tim. Untuk mengembangkan bisnis, mereka pun dibantu oleh beberapa advisor di Indonesia Startup Center, seperti Founder iGrow Muhaimin Iqbal, CEO Aozora Group Agung Hendarsa, hingga Panges Suryanto.

Selama dua bulan pertama, Littly menjalankan operasional dari dana pribadi para founder (bootstrapping). Namun setelah itu mereka berhasil mendapat pendanaan tahap awal (seed funding) dari beberapa angel investor dan Indonesia Startup Center yang berlokasi di Depok.

Berencana hadirkan alat pengumpul koin bernama Koin Robot

Littly | Screenshot

Seperti sadar kalau mereka tidak bisa hanya mengandalkan agen manusia untuk mengumpulkan uang koin, Littly pun berusaha membuat mesin yang bisa melakukan pengumpulan secara otomatis. Itulah mengapa mereka mempunyai beberapa karyawan yang mempunyai keahlian Internet of Things (IoT) di tim mereka.

“Perangkat yang kami sebut Koin Robot ini nantinya akan diletakkan di tempat-tempat yang relatif aman, seperti stasiun dan tempat ibadah,” ujar Ahmad.

Sejauh ini, hambatan terbesar Littly adalah sulitnya mengedukasi masyarakat untuk menggunakan aplikasi mereka, dan menggandeng yayasan untuk bekerja sama dengan mereka. Untuk itu, mereka berusaha untuk mengandalkan pendekatan sosial, seperti dengan membuat proyek pembuatan klinik dari uang yang dikumpulkan di platform mereka. Menurut Ahmad, motivasi masyarakat Indonesia untuk berkontribusi dalam urusan sosial masih cukup tinggi.

read also

BACA JUGA

Apa saja startup fintech yang telah ada di tanah air?

Di Indonesia sendiri telah ada startup yang serupa dengan Littly, yaitu CelenganID. Namun menurut Ahmad, kompetitor terbesar mereka justru layanan uang elektronik (e-money) yang dihadirkan perusahaan besar. Itulah mengapa ia berusaha menonjolkan sisi sosial dari layanan Littly, demi membedakan diri mereka dengan layanan e-money lain.

Littly

Review Star Android YellowReview Star Android YellowReview Star Android YellowReview Star Android YellowReview Star Android Yellow

N/A 500 - 1,000

Gratis

Gratis

(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto[

512
512