Menkominfo: Perlu Ada Penataan Regulasi IoT di Indonesia
Telsetnews — 16 Oct 2017 14:52

Telset.id, Jakarta – Teknologi IoT (internet of things) sudah semakin banyak diterapkan pada berbagai perangkat. Untuk itu, perlu adanya aturan yang dibuat oleh pemerintah agar IoT terus bekembang dan aman digunakan masyarakat. Akan tetapi pemerintah juga harus berhati-hati dalam membuat kebijakan terkait industri tersebut.

Saat ini penerapan IoT (internet of things) yang memungkinkan beragam perangkat bisa saling “berkomunikasi”, termasuk diakses melalui perangkat smartphone. Oleh sebab itu, regulasi harus dibuat untuk melindungi pengguna dari dampak yang bisa ditimbulkan perangkat dengan teknologi IoT.

Dampaknya tentu dapat diperkirakan, misalnya interferensi dengan jaringan yang sudah ada. Belum lagi soal jaminan layanan atau SLA (service level agreement), dan perlindungan data keamanan konsumen. Ini tentu memberi dampak yang tidak diinginkan oleh siapa pun ke depannya.

“Kita harus adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk IoT dari sisi regulasi sehingga masyarakat nantinya tidak dirugikan,” ungkap Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) melalui video conference dalam seminar “Mendorong Terbentuknya Regulasi dan Standarisasi Dalam Menata Ekosistem IoT” yang digelar Indonesia Technology Forum, di Balai Kartini Jakarta, Senin (16/10/2017).

Lebih lanjut dikatakan Rudiantara, pada dasarnya pemerintah tidak akan memberlakukan terlalu ketat terhadap hal-hal yang sangat dinamis.

“Hanya saya harapkan semua ekosistem perlu berkumpul dan bicara bersama untuk merumuskan aturan dan regulasi yang kiranya perlu diterapkan. Dan hal mana pula yang tidak perlu diterapkan,” ujar pria yang akrab disapa dengan Chief RA itu.

Bagaimanapun, lanjut Menkominfo, IoT akan berdampak terhadap proses pertumbuhan ekonomi dan kehidupan masyarakat. Berbagai lembaga riset memaparkan data bahwa IOT tumbuh sejak 2014–2020 dan angkanya luar biasa besar.

Menurut Gartner nilainya sekitar USD300 miliar, sedangkan data IDC mencatat USD1,7 triliun. Berdasarkan lembaga riset juga, bisnis IoT terbesar didapat dari bisnis device dan aplikasi. Kedua, didapat dari konektiviti dan platform. Terakhir dari sistim integrasi. (MS/HBS)

512
512