Tokopedia Siap Manfaatkan Dana Rp 14 Triliun dari Alibaba
Detik — 16 Oct 2017 16:11

- Tokopedia telah mendapatkan kucuran dana Rp 14 triliun dari Alibaba. Dengan uang sebanyak itu apa yang akan dilakukan e-commerce ini?

Pertanyaan tersebut coba

sodorkan ke pendiri sekaligus CEO Tokopedia William Tanuwijaya. Dia mengatakan suntikan dana segar dari Alibaba akan digunakan untuk akselerasi pertumbuhan.

Dia melihat saat ini porsi belanja online di Indonesia masih sangat kecil. Berdasarkan data jumlah masyarakat yang berbelanja lewat internet hanya 1%. Karena itu pihaknya ingin berkontribusi agar jumlah tersebut dapat terus meningkat ke depannya.

Salah satu yang akan dilakukan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Di sanalah kemudian dana dari Alibaba akan banyak dihabiskan.

"Saat ini talenta Tokopedia masih terbatas. Padahal kami harus bersaing dengan raksasa, seperti Amazon dan lain-lain. Mereka masuk ke Indonesia dengan talenta yang luar biasa," kata William saat ditemui usai pengumuman kerjasama Tokopedia dan JNE di Jakarta, Senin (16/10/2017).

Tokopedia berencana membangun pusat inovasi terbesar di Asia Tenggara. Untuk mengisi pusat inovasi tersebut, William akan merekrut talenta anak negeri yang berkualitas, termasuk mereka yang saat ini menimba ilmu dan pengalaman di luar. Sehingga diharapakan mereka dapat ikut membangun e-commerce Tanah Air.

"Dulunya putra dan putri Indonesia di luar cenderung memilih perusahaan global. Kini bisa balik ke Indonesia. Ini jadi

," tutur William.

Cara yang akan dilakukan Tokopedia tersebut, kata William, sudah pernah dilakukan Alibaba dan Tencent saat menerima investasi dari seluruh dunia 10-20 tahun lalu. Dan ini terbukti sukses membesarkan bisnis online di China seperti sekarang ini.

"Investasi besar yang mereka dapatkan untuk membawa pulang talenta lokal yang berada di luar China. Ini pula yang akan dilakukan Tokopedia," ujarnya.

William yakin dengan berbekal talenta yang berkualitas, Tokopedia dapat makin berkembang. Selain itu mereka main dapat bersaing dengan perusahaan global, seperti Google dan Facebook dari sisi inovasi.

"Kami tidak bisa sebutkan nominal tertentu, tapi investasi terbesar akan di manusia," pungkas William.

512
512