Mantap! Kominfo Dorong Startup Miliki Pendanaan Selain Investor dengan IPO
Okezone — 18 Oct 2017 14:07

JAKARTA - Berkaca dari pengalaman Kioson yang baru-baru ini melantai bursa di IDX, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga mendorong startup lokal lainnya untuk melakukan initial public offering (IPO).

Selain itu pria yang akrab disapa Semmy itu juga mengungkap IPO memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk turut serta dalam bisnis startup secara langsung dan memberikan keuntungan lain melalui pembelian saham.

"Ini bisa juga agar startup punya pendanaan dengan cara lain dan masyarakat pun ikut terlibat. Nambah keuntungan juga misalnya pas waktu beli Rp500 tetapi kalau sudah berjalan nilai sahamnya jadi Rp10.000. Jadi bisa membuka peluang investasi bagi masyarakat juga," ungkap Semmy di Jakarta, Kamis (18/10/2017).

Hanya saja, kata Semmy, yang menjadi persoalan saat ini adalah belum ada cara penghitungan valuasi startup. Cara penghitungan startup dengan bisnis konvensional diakuinya berbeda. Misalnya saja untuk melantai bursa bisnis konvensional memerlukan persyaratan tertentu semisal aset dan keuntungan yang didapat. Sementara startup sendiri masih belum memilikinya.

Oleh karena itu ia menyarankan adanya formula perhitungan valuasi bagi startup. Semmy menekankan bahwa valuasi startup sendiri bisa dinilai berdasarkan teknologi, maupun bisnis layanan aplikasi yang diterapkan oleh startup. Selain itu pendiri atau pemimpin startup pun bisa menjadi nilai tersendiri yang diukur berdasarkan kreativitasnya.

"Mereka (bursa saham) belum bisa mengadaptasi perhitungan valuasi terhadap startup yang berbasis teknologi. Padahal nilai startup berbasis teknologi itu bisa dari teknologi yang mereka ciptakan, aplikasi yang mereka kembangkan, ataupun konsep bisnis yang ditawarkan. Orang yang membuatnya juga bisa dinilai berdasarkan ide atau kreativitasnya," imbuh Semmy.

Oleh karena itu ia mengatakan sudah saatnya para pemangku kepentingan untuk merumuskan bagaimana memperhitungkan valuasi startup agar mereka bisa melantai bursa. Misalnya saja dengan melihat kebijakan di negara lain atau mendiskusikan bersama ekonom.

Sebagai informasi, Kioson melepas saham ke publik sebanyak 150 juta saham atau setara dengan 23,07% dari total modal. Penyedia jasa online-to-offline (O2O) ini melepas sahamnya seharga Rp300 per lembar. Diperkirakan Kioson mampu mengantongi dana IPO sebanyak Rp45 miliar.

(ahl)

512
512