OKEZONE STORY: Hebat! Mahir Komputer Sejak Usia Muda, Ray Kurzweil Jadi Penemu Teknologi Scan
Okezone — 31 Oct 2017 18:33

Penemu Teknologi Scan

JAKARTA – Kehadiran era digital memang kerap memangkas kebutuhan pengurusan sesuatu menjadi lebih praktis. Meski begitu, tak kehadiran dokumen fisik masih tetap diperlukan sebagai antisipasi jika dokumen digital terinfeksi dan tak dapat diakses.

Ray Kurzweil merupakan seorang ilmuwan komputer Amerika dan penemu yang juga merupakan penulis dan futuris tersohor. Pria ini lahir pada 12 Fenruari 1948 di Queens, New York dari pasangan imigran Yahudi .

Ayah Ray Kurzweil merupakan seorang guru dan konduktor musik terkenal. Sementara ibunya merupakan seorang seniman visual.

Ide futuristik Ray Kurzweil terbentuk saat ia masih di usia dini, dimana ia banyak membaca banyak buku seri fiksi ilmiah populer dan mulai membangun model permainan robot di usia ke-9.

Ray Kurzweil juga tertarik pada komputer dan membangun perangkat pertamanya di usia 12 tahun. Di usia ke-15, ia bahkan telah menulis program komputernya pertamanya. Hal ini dicapainya karena terinspirasi dan dibimbing oleh pamannya, seorang insinyur komputer di Bell Labs yang mengajarinya bahasa komputer.

Selama sekolah menengah, Ray Kurzweil mulai berkomunikasi dengan Marvin Minsky, seorang ahli artificial intelligence (AI/kecerdasan buatan) di MIT, yang juga memperngaruhi keputusan Ray untuk mendaftar di kampus yang sama untuk melanjutkan studi pascasarjana.

Di MIT, Ray Kurzweil belajar ilmu komputer dan creative writing. Ketertarikannya pada pengenalan pola (pattern recognition) membuatnya menemukan perusahaan tempat ia mencocokkan siswa sekolah menengah dengan mahasiswa yang sesuai berdasarkan perkiraan program komputer yang ia tulis.

Ray Kurzweil kemudian menjual perusahaan ini seharga USD100 ribu. Usai lulus dari MIT, ia mendirikan sebuah perusahaan komputer bernama Kurzweil Computer Products dimana ia dan timnya menemukan “Kurzweil Reading Machine" beserta software Omni-Font OCR (Optical Character Recognation) Technology, yang mampu mengenali semua jenis font dan mengubahnya menjadi data, atau kita kenal sebagai teknologi scan.

Pada saat itu, kebanyakan mesin hanya bisa membaca jenis huruf yang terbatas. Ketika mesin ini diluncurkan pada tahun 1976, perangkat ini dikreditkan sebagai perangkat pertama yang berhasil menggunakan teknologi Artificial Intelligence.

Ray Kurzweil juga berpetualang ke bidang musik elektronik setelah bersahabat dengan Stevie Wonder, yang telah membeli salah satu Kurzweil Reading Machine yang pertama. Ray mengembangkan berbagai synthesizer dan peralatan lainnya untuk Wonder melalui perusahaan barunya "Kurzweil Music Systems" yang diluncurkan pada tahun 1982.

Ia kemudian menjual perusahaan tersebut ke produsen musik Korea, Young Chang namun tetap menjadi konsultan, hingga kemudian menjabat sebagai Chief Strategy Officer. Tak hanya itu, Ray Kurzweil juga membangun perusahaan "Kurzweil Educational Systems" pada 1996 untuk mengembangkan mesin yang akan membantu orang-orang berkebutuhan khusus seperti tuna netra, ADD dan disleksia untuk membaca, menulis dan belajar.

Selama tahun 1990-an ia juga membentuk "Medical Learning Company" yang meluncurkan program simulasi simulasi komputer interaktif untuk para dokter. Berkat prestasinya yang banyak itu, ia dikenal di dunia dan meraih berbagai penghargaan. (lnm).

(kem)

512
512