Orang Indonesia Doyan Jalan-jalan, Setahun Habiskan Rp 33 Miliar
Detik — 20 Dec 2017 18:50

- Orang Indonesia ternyata doyan jalan-jalan. Hal itu dibuktikan dengan melesatnya jumlah pendapatan dari segmen online travel booking di sepanjang 2017.

Dari data yang dilansir Statista, total pendapatan dari segmen

di Indonesia hingga September 2017, mencapai USD 2.417 juta atau hampir Rp 33 miliar.

Angka ini diprediksi Nitha Sudewo, Chief Operating Officer Mister Aladin, masih akan terus meningkat. Apalagi memasuki momen liburan akhir tahun yang biasanya ramai dimanfaatkan untuk traveling.

"Seiring semakin dekatnya masa liburan Natal dan Tahun Baru, kami melihat adanya peningkatan jumlah pemesanan hotel," ujarnya di Jakarta, Rabu (20/12/2017).

Mister Aladin juga melihat adanya perubahan tren masyarakat yang melakukan pemesanan hotel dalam negeri di mana mulai banyak memesan hotel di luar kota-kota besar, seperti Lombok, Puncak, Bangka Belitung, dan Batam.

"Peningkatan pemesanan untuk di destinasi-destinasi ini adalah sebesar 40%," lanjut Nitha.

Selain wisata domestik ke daerah Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Bali, para traveler di sepanjang 2017 ini juga hobi jalan-jalan ke luar negeri dengan destinasi tertinggi ke Singapura, Malaysia, Thailand, Hong Kong, Jepang.

Namun, Nitha juga melihat adanya perubahan tren liburan masyarakat Indonesia yang kini mulai lebih banyak mengunjungi Jepang, Eropa, dan Australia. Ia juga mencatat, rata-rata traveler cenderung memesan hotel satu bulan sebelumnya sebelum traveling ke luar negeri .

"Untuk destinasi jarak jauh dan membutuhkan visa, biasanya mereka memesan untuk menginap 3-5 malam. Kami melihat para traveler ini sebagai orang-orang yang merencanakan liburan panjang," paparnya.

Akan tetapi, untuk destinasi dalam negeri atau negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, traveler cenderung memesan hotel sekitar satu minggu sebelum keberangkatan. Mayoritas pemesanan hotel dalam negeri dan negara tetangga berkisar 1-2 hari atau untuk liburan akhir pekan.

"Oleh karena itu, untuk menjawab tren ini, kami melengkapi inventaris hotel di destinasi-destinasi tersebut mulai kuartal keempat tahun ini. Destinasi-destinasi terbaru antara lain Jepang, China, Korea Selatan, Inggris, Belanda, Jerman, Prancis, Australia," paparnya lebih lanjut.

Dari seluruh pemesanan untuk masa liburan Tahun Baru, tercatat 37% dari total pemesanan hotel luar negeri adalah untuk hotel-hotel di destinasi baru tersebut. "Dari sini, kami melihat adanya potensi pertumbuhan lebih lanjut di tahun 2018 karena tren liburan terus mengarah ke destinasi-destinasi baru ini," jelas Nitha.

Dengan meningkatnya tren traveling di Indonesia, khususnya oleh para generasi milenial yang dekat dengan teknologi aplikasi, memuat Mister Aladin kian semangat mengembangkan bisnisnya dalam dua tahun terakhir.

"Di tahun 2016, nilai rata-rata pemesanan per pembeli adalah sebesar Rp 920.000. Namun, di tahun 2017, kami melihat adanya peningkatan nilai pemesanan per pembeli menjadi Rp 1.240.000. Dari sini kami menyimpulkan bahwa masyarakat sudah lebih mempercayai brand kami," pungkas Nitha.

512
512