Perhatikan Beberapa Hal Berikut Sebelum Menandatangani Kontrak Kerja Freelance
Techinasia — 5 Jan 2018 11:28

Pilihan untuk berkarier menjadi seorang pekerja lepas belakangan ini cukup populer di kalangan profesional. Dua keuntungan yang biasanya membuat orang memilih menjadi freelance adalah:

  • Dapat bekerja di mana saja dan kapan saja
  • Tidak perlu lagi merepotkan dirimu untuk mengikuti peraturan perusahaan — selama pekerjaan yang ditugaskan klien dapat kamu selesaikan.

Menjadi seorang freelance memang membawa keuntungan tersendiri, tetapi kita patut mengetahui beberapa hal penting yang ada di dalam kontrak kerja antara kamu sebagai seorang freelance dengan klien.

Adapun beberapa alasan mengapa kita harus memperhatikan kesepakatan kerja dengan klien adalah:

  • Pekerja lepas tidak memiliki badan hukum yang menaungi, satu-satunya yang dapat melindungi kita adalah sebuah kontrak kerja yang telah dibuat dengan baik.
  • Kontrak kerja yang baik akan membantumu untuk terhindar dari miskomunikasi dengan klien sebelum pekerjaan dimulai.
  • Klien dan pekerja akan mendapatkan sebuah kesepakatan yang tepat serta ekspektasi yang jelas dari kedua belah pihak.

Itulah mengapa sebuah kontrak kerja perlu diperhatikan secara seksama agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Apa saja yang patut menjadi sorotanmu sebelum memutuskan untuk menandatangani sebuah kontrak kerja freelance? Berikut adalah beberapa di antaranya.

Detail pembayaranKontrak Kerja | Biaya

Sumber: Pexels

Ini mungkin adalah hal yang paling penting. Semua pekerja lepas ingin agar sistem pembayaran atas jasanya tertulis jelas di kontrak. Apabila belum jelas, kamu harus meminta agar klien menetapkan jadwal pembayaran mereka.

Apakah kamu akan dibayar dengan sistem lima puluh persen di awal dan lima puluh persen sisanya di akhir pengerjaan? Atau dengan tiga kali pembayaran sebesar 40-40-20? Apakah kamu akan dibayar per jam kerja atau per proyek? Serta pertanyaan lainnya.

Usahakan agar periode pembayaran serta nominalnya tertera jelas di atas kontrak kerja agar tidak ada lagi yang perlu mempertanyakan hal tersebut. Beberapa hal yang bisa menjadi acuan penentuan tarif:

  • Pengalaman
  • Keahlian dalam pengerjaan
  • Tingkat penguasaan

Perhatikan juga rentang waktu pembayaran setelah tagihan diterima klien.Untuk mencegah agar klien tidak mengulur-ulur waktu, kamu juga dapat menambahkan biaya keterlambatan pembayaran dan/atau bunga dari keterlambatan pembayaran. Dengan ini diharapkan klien akan enggan untuk menunda-nunda pembayaranmu.

Cakupan pekerjaanKontrak Kerja | Cakupan kerja

Sumber: Pexels

Cakupan pekerjaan, atau yang biasa disebut “Scope of Work”, seringkali menjadi pusat permasalahan bagi para pekerja lepas. Poin inilah yang menjadi tajuk utama di dalam sebuah kontrak kerja, di mana akan tertera pekerjaan apa saja yang akan kamu kerjakan untuk klien. Jika tidak diperhatikan dengan seksama, cakupan pekerjaan yang tidak jelas akan menyeretmu ke dalam permasalahan yang tidak penting.

Sebagai contoh, apabila cakupan pekerjaan seorang desainer hanyalah mendesain, klien bisa saja meminta desainer untuk mendesain banner, web, membuat logo, bahkan meminta si desainer untuk mendesain kartu undangan untuk ulang tahun anak dari si empunya perusahaan — padahal si desainer hanya melayani jasa editing foto dari perusahaan.

Dengan cakupan pekerjaan yang jelas, kamu dan klien akan sama-sama mengetahui apa yang akan dikerjakan serta hasil apa yang akan diterima nantinya, bahkan sebelum kamu memulai pekerjaan tersebut.

Kepemilikan hasil kerjaKontrak Kerja | Kepemilikan Hak Cipta

Sumber: Pexels

Ketika kamu menyelesaikan sebuah pekerjaan, siapakah yang nantinya akan memiliki hak penuh atas hasil akhir dari pekerjaan tersebut? Kamu, atau sang klien?

Apabila kamu adalah seorang freelancer yang bekerja di industri kreatif, kontrak kerja yang akan kamu tanda tangani nantinya haruslah menyatakan siapa yang memiliki hak cipta atas pekerjaan yang kamu selesaikan.

Biasanya, ada dua alternatif yang dapat dipilih.

1. Klien memiliki hak penuh atas hasil pekerjaanmu, yang mana kamu tidak memiliki hak apapun atas pekerjaan tersebut — termasuk apapun jenis penggunaannya.

2. Kamu dapat memperbolehkan klien untuk menggunakan hasil karya tersebut atas izin kamu sebagai pembuatnya. Jadi kamu tetap memiliki hasil karya tersebut dan mengendalikan seluruh penggunaannya.

Apapun pilihanmu atas kepemilikan hak cipta ini, harus tertera di dalam kontrak kerja yang ada. Ini dilakukan agar tidak ada pihak yang dirugikan apabila hasil pekerjaan tersebut digunakan untuk keperluan-keperluan tertentu. Apabila kamu adalah si pemilik hak cipta, klien harus membayar sejumlah biaya sebagai royalti penggunaannya.

RevisiKontrak Kerja | Revisi

Sumber: Pexels

Kalian para freelancer pasti langsung mengerenyitkan dahi ketika melihat subjudul di atas. Karena memang harus diakui hal inilah yang paling menyebalkan ketika sedang bekerja dengan klien. Sesempurna apapun pekerjaan yang kamu lakukan berdasarkan arahan klien, pekerjaan tersebut pasti masih akan mengalami perubahan. Dan sebagian besar dari kita pasti setuju, bahwa revisi diluar kesepakatan adalah hal yang merugikan kita sebagai pekerja.

Bagaimana menyiasati revisi yang tak terhingga?

  • Kamu harus menyertakan di dalam kontrak tentang jumlah revisi  maksimal sebelum pekerjaan tersebut selesai.
  • Bila klien membutuhkan revisi tambahan di luar dari kesepakatan, kamu bisa menyertakan biaya tambahan

Ini akan mencegah terjadinya waktu yang akan terbuang karena revisi, baik dari sisimu maupun dari sisi klien.

DeadlineKontrak Kerja | Deadline

Sumber: Pexels

Untuk meningkatkan kualitas manajemen waktu dari tiap pekerjaan yang kamu kerjakan, kamu perlu juga untuk memperhatikan waktu yang kamu butuhkan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan.

Kamu harus meyakinkan bahwa jumlah waktu pengerjaan tertera di dalam kontrak, sebelum nantinya klien akan menekanmu untuk menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin. Hal ini juga akan mencegahmu untuk mengulur-ulur pekerjaan dan membuang waktumu yang seharusnya dapat kamu gunakan untuk mengerjakan proyek lainnya.

Apabila proyek yang kamu kerjakan terbagi menjadi beberapa tahap, tentukan deadline yang kamu butuhkan dari tiap fase pekerjaan. Sekadar tip, tentukan waktu pengerjaan sesuai dengan kapasitas yang kamu miliki dan bila diperlukan, lebihkan sedikit waktu untuk persiapan apabila klien meminta untuk adanya revisi.

Dengan menyertakan deadline sebuah pekerjaan di dalam kontrak, kamu akan membantu dirimu dan klien untuk dapat menyusun waktu proyek yang teratur.

Pemutusan hubungan kerja mendadakKontrak Kerja | Pemutusan Kontrak

Sumber: Pexels

Terkadang, klien seringkali mengubah pikiran mereka atas proyek, dan tidak jarang yang berakhir di pembatalan proyek. Apabila seorang pekerja lepas telah memulai pekerjaan mereka dan tiba-tiba klien memutuskan untuk menghentikan kontrak, kamulah pihak yang akan sangat dirugikan, terutama ketika kamu tidak dapat menemukan klien lain yang dapat melanjutkan pekerjaan yang telah kamu lakukan sebelumnya.

Untuk menghindari terjadinya hal tersebut, kamu harus meyakinkan kembali bahwa poin ini telah tertera di dalam kontrak kerja sebelum kamu menandatanganinya.

Kedua belah pihak harus setuju bahwa ketika ada pembatalan proyek atau pemutusan hubungan kerja, salah satu pihak harus membayar biaya kerugian yang terjadi. Nominal biaya kerugian bisa beragam, tergantung kepada sejauh mana pekerjaan tersebut telah diselesaikan.

Atau jika kamu menyetujuinya, klien juga dapat membatalkan kontrak dan membayarmu sesuai dengan pekerjaan yang telah kamu selesaikan per tanggal pembatalan kontrak. Ini dapat menjadi alternatif yang menguntungkan bagi kedua belah pihak, karena nantinya tidak ada pihak yang akan dirugikan.

Dengan mengetahui apa saja permasalahan yang akan kamu dan klien hadapi di masa depan, kamu akan mampu untuk menyikapi sebuah kontrak kerja dengan baik. Mengurusi kontrak memang bukan hal yang paling menyenangkan di dalam pekerjaan seorang freelancer, tetapi apabila kamu berhasil melakukannya, kamu akan menghindarkan dirimu untuk menghadapi masalah yang lebih besar nantinya.

Apakah kamu memiliki tip lain yang dapat kamu bagikan seputar hal ini? Bagikan kepada kami pada kolom komentar di bawah!

(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto; Sumber gambar: Pexels)

512
512