Plug And Play Loloskan 13 Startup di Program Akselerator Batch Kedua
Techinasia — 10 Jan 2018 10:00

Ikhtisar

  • Masing-masing startup yang lolos di batch kedua ini akan memperoleh seed funding sebesar US$50.00 (atau sekitar Rp672 juta).
  • Startup peserta batch kedua Plug and Play akan mempresentasikan bisnis mereka di hadapan para investor, regulator, media, dan perwakilan korporasi pada acara Plug N Play: Expo Day di awal bulan April 2018 mendatang.

Plug and Play Indonesia bersama dengan Perusahaan investasi Gan Kapital (GK), pada tanggal 9 Januari 2018, telah mengumumkan daftar nama-nama  startup terpilih yang lolos untuk mengikuti batch kedua dari program akselerasi Plug and Play.

Dari 300 startup dengan berbagai latar bidang yang mendaftar, tim Plug and Play telah memilih 13 startup— dua di antaranya merupakan startup asal Singapura. Keterlibatan startup asing ini dikonfirmasi karena ada niatan dari pihak mereka untuk menjajaki proses ekspansi di Indonesia.

President Director Plug and Play Indonesia, Wesley Harjono mengungkapkan bahwa ketiga belas startup ini terpilih karena beragam faktor penilaian, mulai dari founder, teknologi yang digunakan, serta solusi permasalahan yang hendak dicarikan solusinya lewat pemanfaatan teknologi.

Ketiga belas startup terpilih di batch kedua ini nantinya akan memperoleh berbagai pendampingan, mulai dari kegiatan seed funding, mentorship, workshop, akses ruang co-working space, dan networking dengan sejumlah rekanan korporasi dari GK (seperti BNI, BTN, Sinar Mas, dan Astra Internasional).

Adapun profil ketiga belas startup ini antara lain:

Blynk

Blynk | Screenshot

Berasal dari Singapura, Blynk merupakan startup yang menawarkan kemudahan bagi para pelaku bisnis kecil (UKM) untuk membuat aplikasi mobile secara lebih mudah dan personal. Untuk membangun aplikasi mereka, pengguna hanya melakukan drag and drop di atas template yang mereka sediakan.

Lewat layanan mereka, pelanggan tidak perlu repot-repot mempelajari bahasa pemrograman untuk membuat sebuah aplikasi. Cukup siapkan ide dan prototipe, selanjutnya Blynk akan mengerjakan semua hal dari sisi teknis.

Cheers Global Wallets

E-wallet | Screenshot

Dengan berkembangnya peluang fintech di tanah air, Cheers yang merupakan startup asal Singapura, yang memungkinkan developer untuk mengintegrasikan layanan e-wallet secara instan ke dalam aplikasi mereka. Dengan integrasi layanan ini, seluruh aplikasi bisa terhubung teknologi finansial secara lebih mudah.

Dana Bijak

DanaBijak | Screenshot

Dana Bijak adalah layanan lending online tanpa agunan yang memberikan pinjaman mikro secara cepat. Mirip dengan Uang Teman, Dana Bijak menawarkan pinjaman secara efisien tanpa perlu proses registrasi dan pengajuan yang merepotkan.

Datanest

Datanest | Screenshot

Datanest merupakan startup penyedia layanan data scientist untuk kebutuhan pengolahan data mulai dari korporasi hingga perusahaan teknologi yang mengedepankan fungsi machine learning ke dalam pekerjaan mereka.

Startup ini menghadirkan layanan mereka dalam tiga basis, meliputi:

  • analisis perilaku pengguna
  • visualisasi sampel data
  • insight yang akan diperlukan bagi pengambilan keputusan sebuah perusahaan.
Duit Hape

Duit Hape | Screenshot

Diklaim telah memiliki ribuan user di Jawa Barat, Duit Hape menawarkan  kebutuhan pengiriman dan pembayaran uang menggunakan aplikasi  smartphone sebagai cara meningkatkan inklusi keuangan di daerah tertinggal.

Di samping kegiatan setor dan tarik uang tunai, Duit Hape juga menyediakan fungsi lain, seperti:

  • pembayaran cicilan kredit
  • pembayaran pulsa dan BPJS
  • pembelian tiket kereta dan pesawat.
Eresto

Eresto | Screenshot

Eresto merupakan layanan SAS bagi kebutuhan restoran yang ingin meringkas aspek manajemen di tempat mereka, mulai dari akuntansi, pencatatan stok, dan sebagainya.

Startup asal Bandung yang didirikan pada tahun 2016 lalu ini sebelumnya juga terpilih untuk menghadiri konferensi final Startup World Cup di San Fransisco setelah memenangkan Wildcard Startup World Cup 2018 Indonesia pada bulan September 2017 silam.

Gandeng Tangan

Gandeng Tangan | Screenshot

Berawal dari platform crowdlending dengan social impact, kini Gandeng Tangan beralih menjadi platform peer-to-peer lending yang bertujuan membantu pembiayaan UKM lewat pinjaman dengan agunan rendah yang mereka tawarkan.

Gringgo

Gringgo | Screenshot

Gringgo adalah startup asal Bali yang menawarkan sistem aplikasi pengelolaan dan monitoring sampah secara digital, khususnya di wilayah Bali dan sekitar. Tujuan ikutnya aplikasi ini ke dalam program Plug and Play Indonesia antara lain untuk meningkatkan koneksi mereka agar layanan mereka dapat menjangkau luar daerah.

Indogold

Indogold | Screenshot

Salah satu pemain lama di investasi emas, Indogold (dulunya Antamgold) kini hadir lewat platform online. Pengguna dapat berinvestasi logam mulia secara lebih fleksibel. Kamu dapat memulai tabungan emas mereka dengan berat terkecil (0.0001 gram), mencicil investasi logam mulia, gadai, dan sebagainya.

Manpro

Manpro | Screenshot

Disingkat dari nama Manajemen Proyek, Manpro merupakan aplikasi khusus yang menawarkan solusi di bidang manajemen proyek konstruksi bangunan. Lewat aplikasi yang mereka sediakan, pengguna dapat mengakses dokumen dan gambar sketsa bangunan secara lebih efisien. Saat ini Manpro diklaim aktif membantu manajemen proyek di lingkungan BUMN dan Swasta beberapa kota.

Periksa ID

Periksa ID | Screenshot

Periksa ID adalah layanan software yang dibuat khusus untuk melayani efisiensi dokter dan pekerja bidang kesehatan lainnya di lapangan. Layanan ini memungkinkan dokter dan petugas medis untuk:

  • menuliskan data pasien secara lebih efisien
  • mengelola kebutuhan medis
  • menulis (dan mencetak) resep
  • pengarsipan data pasien yang lebih baik
Trukita

Trukita | Screenshot

Trukita merupakan platform marketplace untuk memenuhi kebutuhan logistik dari berbagai jenis perusahaan. Lewat konsep yang mereka hadirkan, pengguna bisa melihat berapa penawaran harga terbaik yang bisa mereka dapatkan untuk pemesanan jasa kargo, kontainer, truk, dan juga mobil boks.

Weston

Weston | Screenshot

Weston hadir menawarkan solusi sumber daya energi tergantikan bagi daerah terpencil, lewat keberadaan panel solar yang terintegrasi panel penyimpanan daya DC. Nama startup lokal ini diambil dari pakar ilmuwan Edward Weston yang menemukan sel elektro baterai.

Wesley selaku perwakilan di Indonesia menambahkan bahwa pihak GK dan Plug and Play telah mengucurkan dana miliaran rupiah untuk mengakselerasi pertumbuhan belasan startup di batch kedua ini.

Tanpa membeberkan berapa detail pastinya angka investasi yang mereka keluarkan, Wesley hanya menyebutkan bahwa masing-masing startup yang lolos di batch kedua ini akan memperoleh seed funding sebesar US$50.00 (atau sekitar Rp672 juta).

Wesley sendiri mengungkapkan kepada Tech in Asia bahwa di setiap tahunnya, pihak Plug and Play Indonesia akan menyelenggarakan minimal dua kali program akselerasi.

Usai menjalani program akselerasi selama tiga bulan, startup peserta batch kedua Plug and Play sendiri dijadwalkan akan mempresentasikan bisnis mereka di hadapan para tamu investor, regulator, media, dan perwakilan korporasi pada acara Plug N Play: Expo Day di awal bulan April 2018 mendatang.

(Diedit oleh Septa Mellina)

512
512