Chrome Berikan Tanda Pada Http yang Tdak Aman
Selular — 13 Feb 2018 07:00


Jakarta,Selular.ID – Untuk memberikan keamanan bagi penggunanya, mulai Juli mendatang Google Chrome akan menandakan Situs Http yang tidak terenkripsi sebagai situs tidak aman.

Proteksi yang diterapkan akan mencegah orang ketiga yang mencegat lalu lintas data untuk mencuri informasi yang ditransfer dari komputer ke server. Bisa jadi, orang ketiga yang bisa mengakses router atau ISP tersebut akan melakukan pengintaian atau menyuntikkan malware ke halaman utama.

Seperti dilaporkan Tech Crunch, situs Http yang tidak aman akan dibubuhi keterangan Not Secure di sebelah kiri address bar.

Penandaan ini akan dilakukan pada pembaruan Chrome versi 68. Pada browser Chrome versi terakhir, yakni versi 64, peringatan Not Secure masih menggunakan ikon netral menggunakan huruf “i” di sebelah kiri address bar.

Informasi ketidakamanan baru bisa diketahui dengan meng-klik ikon tersebut. Sedangkan URL dengan protokol Https yang telah terenkripsi, akan ditandai dengan gembok bewarna hijau serta keterangan Secure.

Latar belakang pembaruan ini dikarenakan meningkatnya adopsi Https sebagai web default. Chrome juga mencatat sebanyak 81 dari 100 situs teratas telah bermigrasi ke Https.

Sejak 2015, Google telah meranking situs-situs Http yang tidak terenkripsi. Setahun setelahnya, Chrome versi 56 menyematkan tanda tidak aman di kolom password situs Http yang tidak terenkripsi.

Baca juga: Chrome OS Akhirnya Hadir Untuk Perangkat Tablet

Enkripsi sebuah situs memang sangat diperlukan. Situs Https yang terenkripsi akan melindungi kanal antara peramban dan situs yang dikunjungi.

Sebagai informasi, Chrome masih menjadi browser dengan banyak pengguna. Di perangkat desktop, Google Chrome masih unggul jauh di antara browser lainnya seperti Firefox dan Internet Explorer. Chrome memiliki pangsa pasar 63,2%, sedangkan Firefox dan Internet Explorer menduduki peringkat kedua dan ketiga dengan masing-masing pangsa pasar 14,0% dan 9,3%.

Sementara di perangkat mobile sebesar 47,3%, meninggalkan dua kompetitornya Safari (21,2%) dan UC Browser (14,6%).

Data tersebut diambil pada Juni 2017 untuk mengetahui pangsa pasar browser secara global. Hasilnya, menempatkan Crome di posisi nomor satu.

Secara keseluruhan, Google Chrome menguasai lebih dari setengah populasi browser secara global yakni 53,92%. Sementara itu, browser buatan Apple, Safari, menempel di posisi kedua dengan perolehan pengguna sebanyak 14,39%.

512
512