Jadi Solo Traveler Ditemani Asisten Digital
Detik — 13 Feb 2018 18:28

- Kemajuan teknologi kian memudahkan para traveler untuk berpetualang melihat dunia. Tak perlu khawatir nyasar atau bingung mau ke mana, cukup tanya saja asisten digital Anda.

Asisten digital yang melekat pada telepon genggam ini pun sudah ada beberapa pilihan. Salah satu yang cukup agresif adalah Bixby, asisten digital besutan Samsung.

Bixby awalnya cuma menjadi fitur mewah di ponsel seri flagship Samsung, namun kini penggunaannya telah diperluas untuk kelas di bawahnya, yakni Galaxy A8 dan A8+.

Sudah lebih dari 200 negara yang masuk dalam database Bixby dengan empat fungsi utama:

dan

Talk dipastikan merupakan fungsi dasar Bixby, dimana pengguna bisa memanfaatkan asisten digital ini untuk mencari informasi melalui perintah suara.

Tapi yang paling bikin penasaran bisa jadi adalah Bixby Home. Pasalnya fitur Bixby yang satu ini disebut mirip seperti Google Now, yang memungkinkan pengguna untuk memperoleh informasi yang dibutuhkannya.

Selain itu yang tak kalah menarik adalah inovasi Samsung membenamkan Bixby di kamera. Kelebihannya adalah pengguna ponsel flagship tersebut jadi bisa berburu informasi melalui jepretan kamera.

Sebagai contoh,

menggunakan Bixby saat blusukan ke Roma, Italia. Dimana saat itu, mode image di Bixby diberdayakan untuk mendapatkan informasi soal suatu karya seni yang berada di galeri Borghese, kastil Saint Angelo serta di Basilika St Peters, Vatikan.

Caranya cukup dengan mengarahkan kamera ke benda-benda antik yang ditemui, dan sesaat kemudian Bixby akan mengeluarkan informasi terkait benda tersebut dengan terhubung Pinterest.

Kondisi lainnya adalah, selama di Roma,

kerap menggunakan fitur ini untuk jadi penerjemah bahasa atau papan nama yang ada di Negeri Pizza.

Simulasinya pun masih sama, cukup dijepret kamera lalu pilih mode translate untuk dicari arti kata yang dimaksud untuk kemudian diterjemahkan.

, fungsi penerjemah di Bixby sendiri terkoneksi dengan Google Translate, sehingga ketersediaan bahasa yang bisa diartikan lumayan banyak karena sama dengan database penerjemah digital Google tersebut.

Selain translate, ada pula mode

dengan fungsi sebatas ingin mengambil informasi dan menyimpannya dalam bentuk teks yang kemudian bisa dijadikan

di sosial media atau di-

ke teman.

Kemudian mode Location yang bisa membantu menemukan 'hidden gem' atau eksplorasi tempat-tempat baru. Cukup foto salah satu landmark yang lagi dikunjungi, Bixby akan memberikan pilihan restoran, kafe, taman, atau landmark lain yang ada di sekitar Anda.

Restoran dan kafe yang dijadikan rekomendasi juga dilengkapi rating dan review, sehingga memudahkan kita memilih tempat nongkrong yang sesuai keinginan.

Untuk menggunakan Bixby sendiri bisa langsung masuk ke fungsi kamera, cukup menekan tombol khusus di pinggiran bodi Galaxy S8 dan S8+, atau cukup katakan 'Hi Bixby'. Dengan begitu pengguna bisa dengan mudah mengaksesnya kapan pun diinginkan.

Corporate Marketing Director Samsung Indonesia Jo Semidang menjelaskan, Bixby menjadi layanan nilai tambah Galaxy A8 dan A8+ untuk lebih menarik generasi milenial yang gemar berpetualang.

"Galaxy A8 kami sebut semi flagship. Sudah dibekali infinity display, full metalic, dan fiturnya juga sudah canggih layaknya flagship. Jadi kita membidik target konsumen di antara mid range dan premium. Dimana yang kita targetkan anak milenial, ataupun sudah lulus, bekerja atau punya usaha namun ada kebutuhan lebih," paparnya di sela event Samsung Forum yang berlangsung di Roma, Italia.

Anak milenial sendiri disebut Jo tak membutuhkan barang mewah, yang penting stylish namun tetap handal saat dibutuhkan kapan pun dan di mana pun.

"Milenial itu kalimat yang luas sih, dulu milenial refer-nya ke anak kecil. Karena dilihat dari kelompok umur tertentu saja, tetapi semakin ke sini kan umur bertambah, dan milenial kini lebih menggambarkan core consumer group yang konsumtif," lanjut Jo.

Travel Selebgram Kenny Santana menambahkan dengan berbagai kemajuan teknologi yang ada sekarang sejatinya dapat melecut traveller untuk tak takut lagi berpetualang ke negeri orang.

"Banyak orang yang suka jalan-jalan, namun sayangnya tidak terlalu banyak dari mereka yang berani untuk menjadi solo traveler alias bepergian seorang diri. Nah, dengan teknologi harusnya bisa membuat mereka lebih survive di negara orang," pungkasnya.

512
512