Satelit Internet Elon Musk Raih Izin FCC
Okezone — 16 Feb 2018 10:31

JAKARTA – Salah satu ide gila CEO SpaceX – Elon Musk adalah menghadirkan satelit internet. Satelit tersebut akan menyebarkan jaringan internet ke seluruh Amerika Serikat (AS).

SpaceX sendiri berencana meluncurkan lebih dari 4.420 satelit kecil ke orbit rendah di sekitar Bumi. Peluncurannya disebut SpaceX akan dimulai tahun depan, dengan peluncuran penuh pada 2024.

Dijelaskan perusahaan, posisi orbit rendah tersebut akan mampu memberikan kecepatan broadband yang sama dengan saat ini. Proyek ini juga rupanya disambut baik oleh FCC. Dilansir USA Today, Jumat (15/2/2018), Pai menyebut solusi seperti SpaceX mampu menjembatani kesenjangan digital di AS.

“Teknologi satelit dapat membantu menjangkau orang Amerika yang tinggal di wilayah pedesaan atau tempat yang sulit dijangkau, dimana kabel fiber optic dan cell tower tidak terjangkau. Dan ini dapat menawarkan lebih banyak persaingan dimana akses internet terestrial telah tersedia,” kata Pai dalam sebuah pernyataan.

Membangun infrastruktur jaringan di beberapa wilayah pedesaan memang kerap menemukan kendala. Secara keseluruhan 73% orang Amerika mengatakan bahwa mereka memiliki koneksi broadband di rumah.

Namun jumlah tersebut hanya mewakili dua pertiga (63%) penduduk pedesaan di Amerika saja, sebagaimana hasil survei Pew Research Center pada Mei 2017.

Menurut The Wall Street Journal, SpaceX berharap mampu memiliki lebih dari 40 juta pelanggan layanan broadband satelitnya dan menghasilkan pendapatan USD30 miliar pada 2025. Pendapatan ini dimaksudkan untuk membantu mendanai visi Elon Musk untuk melangsungkan misi menjajah Mars.

Jika proyek Elon Musk ini berhasil dilangsungkan, maka satelit internet akan menjadi pionir.

"Saya telah meminta rekan-rekan saya untuk bergabung dengan saya dalam mendukung aplikasi (proyek) ini dan bergerak untuk melepaskan kekuatan konstelasi satelit untuk menyediakan internet berkecepatan tinggi ke orang Amerika pedesaan," ujar Pai.

"Jika diadopsi, ini akan menjadi persetujuan pertama yang diberikan kepada orang Amerika. perusahaan berbasis untuk menyediakan layanan broadband menggunakan generasi baru teknologi satelit orbit rendah Bumi,” imbuh Pai memungkas. (lnm).

(kem)

512
512