Misteri Ma Huateng, Bos Raksasa Internet Berduit Rp 666 Triliun
Detik — 16 Feb 2018 11:24

- Pengaruh Ma Huateng dan perusahaan yang didirikannya, Tencent, sungguh besar di China. Layanan messaging WeChat sampai game Honour of Kings sangat populer di Negeri Tirai Bambu. Tapi di tengah sukses perusahaannya itu, Huateng malah jarang tampil ke publik.

Ya, Huateng yang harta terkininya menurut Forbes USD 49,4 miliar atau sekitar Rp 666,9 triliun ini memang tak suka disorot. Jarang sekali ia mau diwawancarai media dan tak seperti Jack Ma, rivalnya pendiri Alibaba, nyaris tak pernah menceritakan kisah hidupnya.

Bahkan seperti dikutip

dari

, tempat tinggalnya pun tak diketahui dengan pasti. Cuma diperkirakan kalau tidak di Hong Kong, ya mungkin di Shenzen.

Istrinya, yang bernama Wang Danting, juga sama jarangnya muncul. Konon, Ma dan Wang kenalan melalui chatting di pesan instan buatan Ma, QQ. Setelah 3 bulan chatting, barulah mereka bertemu dan memutuskan menikah.

Huateng yang juga biasa dipanggil Pony Ma lahir di distrik Chaoyang, Shantou pada 46 tahun lalu. Ayahnya manajer pelabuhan di Shenzen. Dia kuliah di Shenzen University dan lulus pada tahun 1993 dari jurusan Ilmu Komputer.

Huateng bersama beberapa rekannya lantas mendirikan Tencent pada tahun 1998. Perusahaan itu terus merugi pada 3 tahun pertama dan mengandalkan pendanaan dari pemodal.

Produk pertama mereka yang sukses besar adalah layanan pesan instan QQ, yang langsung menjadi sumber pemasukan utama Tencent. Kemudian mereka merambah dunia game dengan judul-judul populer seperti CrossFire, Dungeon Fighter Online sampai League of Legends.

Tencent terus agresif berinvestasi dan mengembangkan produk sendiri. WeChat buatan Tencent kini adalah layanan messaging terbesar di China, sangat populer di sana sebagai sarana pembayaran.

"Tak berlebihan jika produk-produk Tencent berpengaruh pada kehidupan sekitar semiliar penggunanya di China. Di gaming, messaging, bank dan lainnya, Tencent membuat dirinya tak tergantikan," sebut Robert Hackett dari Fortune.

Tencent rajin pula mencari peluang di mancanegara, termasuk melakukan aksi akuisisi. Supercell, developer game populer Clash of Clans asal Finlandia, mereka beli senilai USD 8,6 miliar pada tahun 2016.

Huateng meskipun terkesan pemalu, makin tenar. Tahun 2007 dan 2014, dia masuk daftar orang paling berpengaruh dunia versi majalah Time. Dan tahun lalu, Huateng masuk pebisnis paling top versi majalah Fortune.

Huateng dikenal pula gemar beramal. Tahun 2016, dia menyumbang saham senilai USD 2 miliar untuk kemanusiaan, salah satu aksi filantropi terbesar di China.

Di tahun yang sama, dia pernah mengguyur karyawannya dengan saham senilai lebih dari USD 220 juta, dalam rangka merayakan ulang tahun mereka ke-18. Kala itu selain saham, Tencent juga membagi uang tunai Rp 58 miliar bagi pegawai, yang diberikan dalam amplop.

512
512