Raih Rp4,8 Triliun, VC Buatan Co-founder Facebook Ini Siap Beri Pendanaan Seri B
Techinasia — 19 Feb 2018 11:03

Ikhtisar

  • B Capital berniat melakukan investasi untuk startup yang bergerak di bidang fintech, kesehatan, transportasi, hingga logistik di Asia Tenggara.
  • Fokus mereka adalah mempersiapkan startup yang menjadi portofolionya guna menerima pendanaan yang lebih besar lagi dari para investor besar di dunia.

Pada 8 Februari 2018 lalu, perusahaan modal ventura asal Singapura B Capital Group mengumumkan telah berhasil meraih dana investasi pertama sebesar US$360 juta (sekitar Rp4,8 triliun). Angka ini melebihi target awal mereka sekitar US$250 juta (Rp3,3 triliun).

B Capital merupakan perusahaan modal ventura yang didirikan oleh co-founder Facebook Eduardo Saverin1 dan investor bernama Raj Ganguly. Mereka fokus mengincar startup pada tahap berkembang (growth stage) yang menjalankan bisnis di bidang fintech, kesehatan, transportasi, hingga logistik di Asia Tenggara.

Dengan dana investasi ini, B Capital Group berniat mengisi minimnya pendanaan Seri B yang menjadi masalah bagi banyak startup di Asia Tenggara. Mereka telah memberikan pendanaan kepada sebelas startup pada saat ini, dan akan mengumumkan hingga empat investasi lagi dalam waktu dekat.

Clock Coin Investment | Illustration

Gunakan platform besar untuk tumbuh

B Capital sangat tertarik dengan layanan-layanan besar di Asia Tenggara, seperti GO-JEK dan Tokopedia, yang bisa menjadi batu loncatan bagi startup baru untuk tumbuh.

Kesempatan ini memungkinkan kamu untuk mengembangkan pasar, jika kamu bisa melakukannya dengan cara yang benar.

Gavin Teo, Partner B Capital

Teo mencontohkan layanan konsultasi dokter Haodaifu di Cina, yang memanfaatkan aplikasi WeChat untuk menarik pengguna baru dan memudahkan pembayaran. Tencent, yang merupakan investor dari WeChat, kemudian ikut bergabung dalam putaran pendanaan Seri D sebesar US$200 juta (sekitar Rp2,7 triliun) yang diterima Haodaifu pada 2017 lalu.

Hal serupa juga terjadi di tanah air. Teo mencontohkan startup kesehatan Halodoc yang memanfaatkan aplikasi GO-JEK untuk mengembangkan jumlah pengguna. GO-JEK pun kini menjadi salah satu investor dari Halodoc.

B Capital | Screenshot

Pasar e-commerce dalam tiga puluh tahun ke depan

Hal lain yang menarik dari B Capital adalah bagaimana mereka berusaha masuk ke bisnis e-commerce tanpa harus mengeluarkan dana terlalu besar. Hal ini mereka lakukan ketika berinvestasi pada Ninja Van (NinjaXpress), yang jauh lebih kecil risikonya dibanding memberikan pendanaan kepada startup e-commerce dengan inventory yang banyak di tahap Seri B atau Seri C.

“Menurut kami, e-commerce di Asia akan terus bertahan hingga lebih dari tiga puluh tahun ke depan. Dan cara terbaik untuk bermain di dalamnya adalah lewat logistik dan pembayaran,” ujar Kabir Narang, Partner dari B Capital.

read also

BACA JUGA

Kondisi investasi startup di tanah air pada tahun 2017 lalu

Itulah mengapa B Capital juga telah berinvestasi pada startup pembayaran asal India MSwipe, marketplace layanan kesehatan asal Singapura CXA, hingga layanan pinjaman online Capital Match.

Bantu startup agar siap mendapat dana dari investor besar

Selama beberapa tahun terakhir, kita telah melihat lonjakan pendanaan untuk para startup tahap awal. Para investor di tahap Seri B ke atas kini mulai bisa melihat bagaimana perkembangan para startup tersebut, serta mengidentifikasi mana startup yang paling menjanjikan.

“Kini kami telah mempunyai cukup data dan informasi yang bisa menentukan mana startup yang terbaik dan mana startup yang bisa memenuhi target. Kamu bisa memilih, baik berdasarkan pandangan kamu terhadap sang founder atau berdasarkan data dan traksi dari startup tersebut,” ujar Narang.

tugas B Capital adalah lebih fokus memberikan nilai tambah bagi para startup agar siap mendapat investasi dari para investor besar tersebut.

Perusahaan-perusahaan besar seperti SoftBank, Tencent, hingga Alibaba, saat ini telah mendominasi pendanaan untuk para startup besar. Menurut B Capital, tugas perusahaan modal ventura seperti mereka adalah lebih fokus memberikan nilai tambah bagi para startup agar siap mendapat investasi dari para investor besar tersebut.

B Capital kini telah menjalin hubungan dengan para investor besar. Dalam waktu dekat, mereka akan mengumumkan sebuah investasi bersama Tencent, dan sebuah investasi lain bersama SoftBank. Sedangkan untuk mengembangkan kemampuan startup, mereka pun telah menjalin kemitraan dengan perusahaan manajemen Boston Consulting Group.

  1. AnchorKeterangan: Eduardo Saverin juga menanamkan investasi di Tech in Asia. Baca halaman etika kami untuk informasi lebih lanjut.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

512
512