Hujan Terbentuk dari Uap Air Laut, Mengapa Tak Terasa Asin?
Okezone — 22 Feb 2018 06:01

JAKARTA - Fenomena hujan yang turun ke Bumi diketahui melalui proses penguapan air yang berasal dari Bumi, salah satunya lautan atau samudra. Uap air ini kemudian naik dan menebal, hingga turun air hujan.

Buku “Sains dalam Alquran” yang ditulis Nadiah Thayyarah mengungkapkan, hal-hal yang perlu diperhatikan ialah bahwa muncul zat asam walau terbentuk dalam ukuran yang kecil. Akan tetapi, rahmat Allah menakdirkan zat asam ini terbentuk dalam jumlah kecil dan tidak banyak serta tidak mengganggu kesehatan manusia.

Buku ‘Tafsir Ilmi dengan tema Air dalam perspektif Alquran dan Sains’ juga menjelaskan, ketika menguap, molekul air terbang meninggalkan bahan-bahan terlarutnya. Walaupun di antara bahan terlarut tersebut terdapat gas (misalnya Co2, Nox, atau metan) atau zat yang juga dapat berubah fasa menjadi gas (misalnya khlor), penguapan akan memisahkan air dari pengotornya.

Oleh karena itu, air hujan pada dasarnya adalah air yang murni. Allah telah menciptakan air hujan dalam keadaan yang bersih untuk berbagai keperluan makhluk dan menyuburkan tanah yang tandus.

Air hujan secara alamiah terasa tawar dan merupakan air yang paling bersih. Sebelum manusia mengetahui fakta sains ini, Alquran yang diturunkan sejak sekira 14 abad lalu telah menyebutkan mengenai hal ini.

"Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?," Surah Al-Waqi’ah Ayat 68-70.

(ahl)

512
512