SpaceX Tunda Peluncuran Satelit Pemancar Internet Kencang
Detik — 22 Feb 2018 08:21

- Elon Musk selaku CEO SpaceX mengumumkan bahwa pihaknya resmi menunda penerbangan Falcon 9 yang akan membawa satelit pemancar internet kencang yang merupakan bagian dari proyek Starlink.

Falcon 9 yang dijadwalkan untuk meluncur dari Space Launch Complex 4E di Vandenburg Air Force Base, California, pada Rabu (21/2/2018) pukul 09.17 PST, atau 21.17 WIB, mesti berada di landasan pacu tersebut sedikit lebih lama lagi karena penerbangannya harus ditunda.

Elon Musk menulis keterangan melalui akun Twitter miliknya bahwa penundaan tersebut diakibatkan oleh data yang menunjukkan angin di ketinggian tengah berhembus kencang, sekitar 2% dari batas normal.

Menurutnya, angka tersebut memang kecil, namun ia mengatakan bahwa bersikap paranoid pada saat ini bisa membawa efek yang positif.

Kicauan tersebut ditulisnya sekitar 10 menit dari waktu penerbangan yang dijadwalkan. Dalam cuitan yang sama, ia menyebutkan bahwa jika kondisi angin sudah lebih baik, Falcon 9 akan diterbangkan pada hari ini. Rencananya, salah satu roket milik SpaceX ini akan terbang pada jam yang sama dengan jadwal sebelumnya.

High altitude wind shear data shows a probable 2% load exceedance. Small, but better to be paranoid. Postponing launch to tomorrow, assuming winds are better then.

— Elon Musk (@elonmusk) February 21, 2018

Dengan terjadinya penundaan tersebut, maka ini merupakan kali ketiga bagi Falcon 9 dalam mengalami pemunduran jadwal terbangnya.

Sebelumnya, roket tersebut pertama kali direncanakan untuk meluncur pada 17 Februari silam, yang pada akhirnya bergeser menjadi pada 18, 21, dan kini menjadi 22 Februari.

Berbeda dengan penundaan kali ini yang disebabkan oleh kondisi alam yang kurang memungkinkan, dua keterlambatan sebelumnya dilakukan demi kebutuhan dalam melakukan pengecekan ekstra terhadap bagian atas roket tersebut, tepatnya pada bagian penutupnya yang disebut fairing.

Walau hal tersebut dilakukan untuk menghemat biaya operasional peluncuran, nyatanya pada peluncuran Falcon 9 kali ini, SpaceX tidak akan mendaratkan kembali pendorong yang akan digunakan roket tersebut, berdasarkan keterangan dalam situs resminya.

Terkait dengan hal tersebut, SpaceX hanya menyebutkan bahwa pendorong tersebut sudah pernah digunakan dalam peluncuran satelit Formosat-5 milik Taiwan ke orbit pada Agustus 2017 lalu, tanpa dijelaskan apakah hal tersebut yang menjadi alasan bagian bawah Falcon 9 ini tidak digunakan kembali atau tidak.

Dalam misi kali ini sendiri, Falcon 9 akan bertanggung jawab untuk membawa PAZ, satelit yang memiliki kemampuan untuk menangkap gambar Bumi, baik siang maupun malam dan kondisi cuaca apapun, menggunakan teknologi radar.

PAZ sendiri merupakan pesanan dari Hisdesat, penyedia satelit untuk pemerintah Spanyol. Tujuan mereka untuk mengirim satelit adalah untuk memberikan akses terhadap citra Bumi, baik untuk kepentingan komersial maupun kepemerintahan.

Tidak hanya itu, SpaceX juga berencana untuk menerbangkan dua satelit prototipe, yaitu Microsat-2a dan Microsat-2b, sebagai bagian dari Starlink, sebuah jaringan yang berisi tak kurang dari 4.000 satelit penyedia layanan internet berkecepatan tinggi.

Perwakilan SpaceX sempat menyebutkan bahwa mereka berharap Starlink dapat beroperasi, paling tidak dengan jangkauan yang masih terbatas, pada 2020 mendatang.

SpaceX sendiri kembali menyediakan layanan live streaming di situs resmi mereka, yang akan dimulai sekitar 15 menit sebelum waktu peluncuran.

512
512