Gandeng JNE, Bukalapak Sediakan Layanan untuk Pengiriman Barang Ukuran Besar
Techinasia — 24 Feb 2018 14:05

Ikhtisar

  • Bukalapak bekerja sama dengan perusahaan penyedia layanan logistik, JNE, untuk menghadirkan opsi pengiriman menggunakan JNE Trucking (JTR).
  • Dengan JTR, pelapak bisa mengirimkan barang-barang berukuran besar dengan berat minimal sepuluh kilogram.
  • Meski ongkos kirim menggunakan JTR lebih murah ketimbang reguler, jangka waktu pengirimannya lebih lama jika dibandingkan layanan reguler.

Demi mengakomodasi pelapak yang menjual barang-barang berukuran besar seperti mebel, furniture, kulkas, hingga sepeda motor, Bukalapak bekerja sama dengan perusahaan penyedia layanan logistik, JNE, untuk menghadirkan opsi pengiriman menggunakan JNE Trucking (JTR).

Co-founder & CFO Bukalapak, Fajrin Rasyid, menjelaskan saat ini tak semua perusahaan logistik memiliki layanan seperti JTR. Kebetulan, kata Fajrin, JNE memiliki JTR dan secara sistem dinilainya paling siap untuk mengakomodasi kebutuhan pelapak di Bukalapak.

Sebelum menyediakan JTR, pengiriman barang berat atau berukuran besar biasanya dilakukan oleh kurir si pelapak sendiri. Jika memakai layanan logistik reguler, maka biayanya cukup mahal.

VP of Marketing JNE, Eri Palgunadi (kiri), berjabat tangan dengan co-founder & CFO Bukalapak, Fajrin Rasyid (kanan).

“Katakanlah teman saya beli tempat tidur di Bukalapak. Karena tempat tidur, layanan standarnya belum ada. Harus pakai kurir sendiri. Kalau pakai kurir (dari si pelapak), enggak bisa tracking. Kalau JTR, tracking otomatisnya sudah ada,” jelas Fajrin.

Mengenai biaya, Fajrin mengatakan pengiriman menggunakan JTR ini akan membantu pengguna mereka dalam menghemat biaya pengiriman. Sebagai contoh, biaya pengiriman reguler di JNE antara Rp9.000 sampai Rp15 ribu per kilogram. Jika berat barang yang dikirim minimal sepuluh kilogram saja, ongkos kirimnya bisa Rp90 ribu hingga Rp150 ribu.

“Kalau dengan JTR ini memang minimal sepuluh kilogram. Contohnya tadi, pengiriman ke Bekasi dengan berat barang sepuluh kilogram menggunakan JTR, biayanya hanya Rp25 ribu,” ucapnya.

Waktu tempuh pengiriman lebih lama

Hal senada juga dikatakan oleh VP of Marketing JNE, Eri Palgunadi. Menurutnya pengiriman barang besar menggunakan JTR memang lebih murah ketimbang menggunakan layanan reguler.

Untuk minimum biaya pengirimann JTR, Eri mengatakan hal itu berbeda-beda tergantung daerah mana yang dituju. Namun pihak JNE sudah menyediakan daftar harga JTR untuk tiap daerah tujuan di Indonesia.

Meski ongkos kirim menggunakan JTR lebih murah ketimbang reguler, Eri menjelaskan jangka waktu pengirimannya mungkin lebih lama jika dibandingkan layanan reguler.

“Itu harus dimaklumi. Karena kan ada proses loading, unloading. Barangnya banyak. Kalau dokumen, lebih mudah prosesnya. Kalau satu muatan begini isinya sepuluh kilo semua, ada lemari, dipan, kayu jati, butuh proses. Saya pikir masih cukup masuk akal antara harga dengan jangka waktu pengirimannya,” tuturnya.

read also

BACA JUGA

Iruna, startup e-logistics yang membidik UMKM sebagai target utama

Terkait kolaborasi JNE dengan marketplace lain dalam penggunaan layanan JTR, Eri tak menutup adanya kemungkinan bekerja sama. Namun saat ini, pihaknya masih mengamati perkembangan kolaborasi pihaknya dengan Bukalapak.

Selain JTR milik JNE, saat ini ada juga pihak lain yang menyediakan layanan serupa untuk pengiriman barang-barang besar. Seperti GO-JEK, yang memiliki layanan GO-BOX, atau ESL Express yang memiliki layanan Vehicle Express dan Trucking Express.

Ada juga Kargo, startup logistik yang membantu penggunanya mencarikan truk-truk perusahaan logistik yang muatannya kosong sehingga sehingga pengguna bisa mengirimkan barang berukuran besar ke luar kota.

(Diedit oleh Septa Mellina)

512
512