OnlinePajak Luncurkan PajakPartner guna Kembangkan Ekosistem Solusi Perpajakan
Techinasia — 1 Mar 2018 11:00

Ikhtisar

  • OnlinePajak mengajak sejumlah mitra untuk bersama-sama menghadirkan solusi perpajakan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pengguna.
  • Mitra yang tergabung terdiri dari berbagai macam bidang, seperti konsultan pajak, manajemen sumber daya manusia, akuntansi, perbankan, dan lain-lain.
  • OnlinePajak tidak membebani pengguna biaya apa pun atas fitur ini. Namun, tiap mitra bisa mengenakan biaya kepada pengguna layanannya sesuai kebijakan masing-masing.

OnlinePajak selaku penyelenggara platform solusi pengelolaan pajak telah meluncurkan fitur PajakPartner demi mengembangkan ekosistem solusi perpajakan di Indonesia. Dengan fitur tersebut, para pengguna OnlinePajak bisa langsung menemukan penawaran terkait solusi perpajakan yang sesuai kebutuhan masing-masing.

Secara sederhana, PartnerPajak merupakan daftar kumpulan startup ataupun perusahaan yang telah menjadi mitra resmi dan terintegrasi secara sistem dengan OnlinePajak. Sejumlah mitra tersebut bergerak di berbagai bidang, seperti konsultan pajak, penyedia software pengelolaan sumber daya manusia dan akuntansi, bank, hingga e-commerce.

Ini juga untuk menambah jangkauan pengguna OnlinePajak sekaligus memberikan nilai lebih bagi pengguna

Dengan PartnerPajak, para pengguna diharapkan tak perlu lagi repot mencari penyedia jasa atau layanan lain untuk membantu mengurus tugas-tugas terkait perpajakan.

“Kami mengumpulkan layanan dan sistem terbaik untuk melengkapi solusi yang telah disediakan. Ini juga untuk menambah jangkauan pengguna kami sekaligus memberikan nilai lebih bagi pengguna,” ujar founder & CEO OnlinePajak, Charles Guinot.

CEO OnlinePajak, Charles Guinot, menunjukkan fitur PartnerPajak | Photo

Meski di dalam platformnya saat ini sudah terintegrasi dengan beberapa pihak ketiga, Guinot menyatakan pihaknya tak menjadikan PajakPartner sebagai sarana monetisasi. OnlinePajak, kata Guinot, saat ini masih melakukan monetisasi dengan konsep freemium.

Dari OnlinePajak tak memungut biaya. Tapi dari setiap partner mungkin menerapkan harga yang berbeda.

Charles Guinot, CEO OnlinePajak

Setelah peluncuran PartnerPajak, Guinot menargetkan mampu mengumpulkan nilai pengelolaan pajak sebesar Rp100 triliun. Ia mengatakan target itu diusung OnlinePajak setelah pada 2017 lalu mampu mengumpulkan pengelolaan pajak senilai Rp43 triliun dari target Rp40 triliun.

Shake Hands | PhotoSiapkan paket layanan

Sleekr merupakan salah satu mitra yang tergabung dalam deretan PajakPartner di platform OnlinePajak. Dalam kerja sama ini, Sleekr menyediakan paket layanan bagi pengguna OnlinePajak yang juga ingin menggunakan jasa mereka.

Suwandi Soh selaku CEO Sleekr menjelaskan telah menyediakan paket layanan gratis dan berbayar. Sleekr memberikan layanannya secara cuma-cuma bagi pengguna yang memiliki karyawan hingga dua puluh orang. Namun di atas jumlah tersebut, Sleekr memungut biaya layanan.

“Pengguna yang karyawannya lima puluh orang itu biaya langganannya Rp300.000 per bulan. Itu tanpa ada OnlinePajak. Kalau bundling, sekitar Rp375.000 sampai Rp400.000,” kata Suwandi.

read also

BACA JUGA

Apa alasan OnlinePajak menghadirkan fitur PajakPay?

Mengenai pembatasan fitur antara paket layanan berbayar dan tidak berbayar, Suwandi menjelaskan yang membedakan hanya maksimal jumlah karyawan yang bisa dimasukkan dalam sistem saja. Selebihnya pihaknya memberikan fitur yang sama antara layanan berbayar dan tidak berbayar.

Adapun selain Sleekr, OnlinePajak juga menggandeng pihak lain yang juga menyediakan software pengelolaan sumber daya manusia dan akuntansi. Untuk pengelolaan sumber daya manusia, OnlinePajak turut menggandeng Talenta dan PayrollBozz. Sedangkan untuk software akuntansi, OnlinePajak juga bermitra dengan Xero, Accurate, dan Million.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

512
512