Grab Lanjutkan Negosiasi Akuisisi Uber Asia Tenggara
Telsetnews — 9 Mar 2018 08:00

Telset.id, Jakarta – Grab, perusahaan transportasi daring terbesar di Asia Tenggara, dikabarkan sedang melakukan negosiasi lanjutan untuk membeli Uber. Seperti diketahui, Uber sudah “menyerah” bersaing di Asia Tenggara, mengingat kerugian yang diderita setiap tahun terus meningkat.

Menurut Reuters, selama beroperasi di Asia Tenggara, Uber telah menggelontorkan dana miliaran dolar Amerika Serikat (AS). Namun, dana yang digelontorkan untuk insentif para driver serta diskon bagi para pelanggan tersebut tak sebanding dengan pemasukan yang didapatkan.

Sebaliknya, Grab memiliki posisi dominan di Asia Tenggara dengan jumlah konsumen tak kurang dari 640 juta orang. Desember 2017 lalu, Grab bekerja sama dengan operator taksi terkemuka di Singapura, ComfortDelgro, untuk lebih menjangkau pasar.

“Grab punya bisnis begitu besar di Asia Tenggara. Mereka sangat paham bahwa pasar di kawasan itu cukup potensial. Mereka terus mengembangkan sayap. Lain hal, Uber hanya sukses di wilayah Eropa dan AS,” kata Xiaofeng Wang, analis di konsultan Forrester.

Kesepakatan potensial antara Grab dengan Uber di Asia Tenggara sepertinya akan serupa dengan yang terjadi di China pada 2016. Ketika itu, perusahaan Didi Chuxing membeli bisnis Uber di China. Sebelumnya, Didi Chuxing juga berinvestasi di Lyft, perusahaan pesaing Uber di AS.

Nah, sebagai bagian dari kesepakatan dengan Grab terkait akuisisi pasar Asia Tenggara, Uber akan mendapatkan saham. Bagaimana rinciannya, Grab maupun Uber menolak berkomentar mengenai kemungkinan perjanjian tersebut.

Meskipun rela kehilangan bisnis di Asia Tenggara, Uber tetap akan melakukan investasi agresif di negara tertentu. CEO Uber, Dara Khosrowshahi, mengatakan hal itu dalam sebuah kunjungan ke India bulan lalu.

Kabar soal rencana akuisisi Uber Asia Tenggara oleh Grab telah mengemuka berkali-kali. Namun, dalam beberapa kesempatan, Dara Khosrowshahi selalu menepis informasi itu. Ia menegaskan bahwa Uber tak akan menjual bisnis, tetapi justru melakukan penetrasi ke sejumlah kawasan. [SN/HBS]

512
512