Pujian Setinggi Langit untuk Stephen Hawking
Detik — 15 Mar 2018 08:45

- Ilmuwan satu ini dianggap sangat menginspirasi lewat kecerdasannya yang luar biasa di tengah keterbatasan tubuhnya. Tidak heran pujian setinggi langit dialamatkan padanya.

Meninggalnya Stephen Hawking membuat sejumlah cendekiawan melontarkan pandangannya masing-masing terhadap sosok yang dianggap sebagai salah satu ilmuwan terbesar di zamannya.

Salah satunya hadir dari seorang kosmolog bernama Dennis W. Sciama. Ia sekaligus merupakan penasihat Hawking saat membuat thesis kala menempuh pendidikan di University of Cambridge.

"Thesisnya merupakan karya tulis paling indah dalam sejarah ilmu fisika," katanya, seperti

kutip dari

, Kamis (15/3/2018). Hasil penelitiannya ini diterbitkan dalam jurnal Nature pada 1978.

Thesis yang berjudul Black Hole Explosions? ini memang dipuja banyak ilmuwan lantaran menjadi penanda keberhasilan untuk memadukan gravitasi dan mekanika kuantum dalam satu teori. Paham itu digunakan untuk menjelaskan alam semesta yang ternyata lebih kompleks dibanding pandangan sebelumnya.

Temuan teori Hawking Radiation yang tertuang dalam karya tulis itu pun juga mendapat pujian dari Edward Witten, ahli teori fisika dari Institute for Advanced Study, Princeton, New Jersey, Amerika Serikat.

"Walau sudah berpikir tentang penemuan Hawking tersebut selama kurang lebih 40 tahun, rasanya kami masih sangat jauh dalam memahaminya. Rasanya teori ini masih sangat baru," ujarnya.

Hal senada juga dilontarkan oleh Gary Horowitz, ahli teori fisika dari University of California, Santa Barbara. "Teori tersebut benar-benar sebuah kejutan. Sungguh, itu sangat revolusioner," ucapnya.

Satu lagi karyanya yang mendapat pujian adalah Theory of Everything, sebuah paham yang salah satunya menyebut bahwa terdapat sebuah objek antariksa bernama lubang cacing kosmik yang bertanggung jawab dalam menghubungkan sejumlah alam semesta.

"Kontribusi penting Hawking adalah kemampuannya dalam mengidentifikasi cara baru untuk menjawab sejumlah pertanyaan dan memformulasikannya secara matematis dengan metode yang luar biasa untuk menghubungkan antara relativitas umum dengan mekanika kuatum," tutur David Speagel, chairman departemen astrofisika di Princeton University.

Tidak hanya kecedasan otaknya yang dipuji, kepribadiannya pun juga dikagumi oleh banyak orang. Salah satunya oleh Miciho Kaku, profesor fisika teoretis di City University of New York.

"Tidak ada ilmuwan lain setelah Albert Einstein yang mampu menggambarkan imajinasi publik, sekaligus membuatnya disenangi jutaan orang di seluruh dunia," ujarnya menilai seorang Hawking.

Hal senada juga dilontarkan oleh Martin Rees, kosmolog dari Cambridge University sekaligus kawan lama dari Hawking. "Hidupnya bagaikan sebuah keberhasilan besar," kata Rees.

"Namanya akan hidup dalam sejarah ilmu pengetahuan. Jutaan orang sudah terbuka pandangannya mengenai alam semesta berkat bukunya yang terjual laris. Lebih lagi, orang-orang di seluruh dunia telah terinspirasi oleh pribadi unik yang menjadi contoh dalam mencapai keberhasilan di tengah keterbatasan," tuturnya menambahkan.

Kemampuan Hawking dalam memaksimalkan potensinya walau dalam keterbatasan pun juga diacungi jempol oleh Richard Green dari Motor Neurone Disease Association. "Ia adalah perwujudan otak sempurna di badan yang tidak sempurna," ucapnya.

Green melanjutkan, Hawking telah menjadi inspirasi bagi orang-orang yang mengidap penyakit sepertinya selama bertahun-tahun. Penyakit tersebut adalah Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS), atau disebut Motor Neuron Disease (MND) di Britania Raya, yang bersifat degeneratif dan mampu menyerang saraf pengidapnya.

512
512