Sinyal Indosat Sampai ke 7 Provinsi Pelosok Indonesia
Detik — 1 Apr 2018 11:27

- Sinyal telekomunikasi Indosat Ooredoo diklaim mulai bisa dirasakan di daerah Tertinggal, Terpencil, dan Terluar (3T) yang tersebar di tujuh provinsi Indonesia.

Tujuh provinsi yang dimaksud adalah Provinsi Kepulauan Riau (Kepulauan Anambas, Natuna), Kalimantan Utara (Nunukan, Malinau), Kalimantan Tengah (Kapuas), Kalimantan Barat (Sanggau, Ketapang, Kapuas Hulu), Nusa Tenggara Timur (Alor, Belu, Menggarai Timur, Mataru), Maluku (Maluku Tenggara Barat), dan Maluku Utara (Halmahera Barat, Halmahera Utara).

Sebanyak 119

(BTS) USO dibangun bersama dengan Perluasan jaringan ini dibangun Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk mendukung pemerintah dalam mempercepat pembangunan ekonomi di wilayah pelosok.

President Director & CEO Indosat Ooredoo Joy Wahyudi mengatakan, pihaknya mengapresiasi kepada pemerintah yang telah memberikan kepercayaan bagi Indosat Ooredoo jadi bagian dari pelaksana program USO.

"Hal ini sejalan dengan misi dan komitmen kami untuk terus membangun infrastruktur telekomunikasi, termasuk di daerah terpencil guna memberikan hak yang sama bagi masyarakat di wilayah tersebut untuk dapat menikmati layanan telekomunikasi, membangun kehidupan sosial dan ekonomi sekaligus mengejar ketertinggalan dari wilayah lain," tutur Joy dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/4/2018).

Diceritakan, selama proses pembangunan, hal-hal menarik dan menantang dihadapi oleh tim Indosat Ooredoo. Contohnya, di Desa Wayagung, Kecamatan Krayan, Kalimantan Utara yang berbatasan dengan Malaysia, perangkat BTS harus dibawa menggunakan pesawat, dilanjutkan dengan mobil off-road, dan kemudian diangkut menggunakan kerbau selama satu hari untuk sampai di lokasi.

Disampaikan Joy, pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang dilakukan juga bertujuan untuk menjaga kedaulatan dan kesatuan wilayah Republik Indonesia.

"Khususnya di wilayah-wilayah terdepan dan terluar yang berbatasan dengan negera tetangga," kata Joy.

Indosat Ooredoo memberikan kontribusi USO sebesar Rp 1,8 trilun dalam enam tahun terakhir. Kontribusi tersebut, merupakan 1,25% dari pendapatan kotor perusahaan.

Operator seluler yang identik warna kuning ini cova berperan aktif dalam pelaksanaan program USO bersama dengan Bakti. Pada tahun 2017 BP3TI memberi kepercayaan kepada mereka untuk membangun BTS USO sebanyak 119 sites di tujuh provinsi di Indonesia.

512
512