Sedang Mencari Lowongan Desainer? Simak Lima Tip Berikut Ini!
Techinasia — 4 Apr 2018 11:30

Kamu yang baru saja lulus dari perguruan tinggi, atau yang baru ingin memulai karier sebagai desainer, harus bekerja keras agar dapat menjadi seorang profesional andal. Dalam prosesnya, mungkin kamu akan didera dengan berbagai tantangan serta tekanan kerja yang terkadang tidak mudah.

Talenta desainer cukup lumrah ditemukan di Indonesia, namun belum tentu kemampuan masing-masing individu sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Karenanya, kamu harus bersinar di antara para kandidat lain agar perusahaan ingin mempekerjakanmu.

Jadi apa saja kemampuan yang dicari oleh para pembuka lowongan kerja dari seorang desainer dalam proses perekrutan? Apa saja yang dapat membuatmu menonjol dibandingkan dengan kandidat lainnya?

Ketahui di mana kamu ingin bekerjaDesainer UX | Corporate vs Startup

Pilih mana, Korporat atau Startup? | Sumber: Pexels (1, 2)

Sebelum bekerja, terlebih dahulu kamu harus mengetahui di mana tempat yang layak untukmu. Apakah kamu ingin bekerja di perusahaan besar? Atau kamu ingin menguji dirimu di perusahaan yang dinamis seperti kebanyakan startup? Walaupun memiliki titel profesi yang sama, setiap pekerjaan akan memiliki tanggung jawab, suasana lingkungan kerja, serta dinamika yang berbeda.

Jika kamu ingin bekerja di perusahaan berbentuk korporasi, biasanya kamu akan diminta untuk selalu berbusana rapi, datang tepat waktu, serta bekerja dengan bermacam-macam pegawai dalam hierarki berbeda. Sementara di kebanyakan startup, suasana kerja akan lebih kasual, jam kerja lebih fleksibel, serta bekerja tanpa pengotak-ngotakan antarjabatan berkat semangat transparansi yang biasanya dimiliki startup.

Selain itu, kamu dapat melakukan beberapa tip berikut:

  • Cari tahu lebih banyak informasi tentang perusahaan dari teman yang telah bekerja di sana. Lebih baik lagi apabila kamu bisa terhubung dengan perekrut di perusahaan tersebut.
  • Ketahui keuntungan apa yang dapat perusahaan berikan kepadamu, juga apa yang dapat kamu berikan kepada perusahaan.
  • Tentukan pola kerja yang sesuai dengan kemampuan. Apabila kamu merasa lebih produktif untuk bekerja pada sore hari, perusahaan yang menerapkan sistem jam kerja kaku—mulai pukul 09.00 hingga 17.00—mungkin akan kurang cocok untukmu.
Kembangkan kemampuan public speakingDesainer UX | Tingkatkan Kemampuan Public Speaking

Dikombinasikan dengan kemampuan storytelling, kamu akan mampu untuk mempresentasikan gagasanmu | Sumber: Pexels

Kemampuan seseorang untuk dapat mempresentasikan ide adalah sebuah hal esensial untuk seorang desainer. Tanpanya, bagaimana kamu dapat menjelaskan desain yang kamu buat?

Kemampuan berkomunikasi yang andal adalah kunci untuk membuat karya luar biasa.

Selain public speaking, kemampuanmu untuk mewawancarai seseorang juga harus diasah. Karena lewat interaksi langsung dengan para klien, kamu dapat mengetahui apa yang mereka inginkan dari hasil kerjamu. Kemampuan berkomunikasi yang andal adalah kunci untuk membuat karya luar biasa.

Ketika sedang mempresentasikan hasil kerjamu, yakinkan kembali bahwa karya yang telah kamu buat memang benar-benar menjawab kebutuhan pengguna serta tujuan bisnis dari perusahaan.

Perbanyak koneksi di industriDesainer UX | Perluas Koneksi

Ikuti berbagai acara networking dan meet up untuk memperluas jaringanmu | Sumber: Pexels

Salah satu cara untuk masuk ke industri adalah melalui koneksi. Kamu tidak akan mendapatkan relasi apabila kamu hanya sibuk di dalam kamar, mengirimkan CV ke berbagai perusahaan, dan berharap untuk mendapatkan pekerjaan idaman.

Kembangkan jaringan yang kamu miliki secara profesional dan juga personal. Beberapa cara yang dapat kamu lakukan antara lain:

  • Mengikuti berbagai event profesional, salah satunya seperti Tech in Asia Conference. Dengan acara seperti ini, kamu akan menemui rekan-rekan seprofesi yang bisa memberikanmu insight menarik seputar hal-hal dalam industri.
  • Berbincang langsung dengan para profesional. Kamu dapat melakukan ini melalui berbagai acara meetup atau workshop. Dengan mengenal berbagai profesional di industri, jaringanmu akan menjadi semakin luas dan bukan tidak mungkin nantinya kamu dapat bekerja sama dengan mereka.

read also

BACA JUGA

Simak cara memulai percakapan yang baik saat melakukan networking

  • Kembangkan hubungan dengan para perekrut yang kamu percaya. Dengan mengembangkan hubungan dengan para perekrut, kamu akan memiliki peluang lebih besar di bursa talenta industri. Bisa saja mereka merekomendasikanmu kepada perekrut lain atas hasil kerjamu, selama kamu menjaga kualitas portofoliomu tetap prima.
  • Terjun ke berbagai komunitas di media sosial. Media sosial adalah salah satu tempat terbaik yang dapat kamu manfaatkan untuk berkenalan dengan talenta-talenta yang ada dalam industri. Ikuti berbagai grup profesional yang ada di media sosial, dan berpartisipasilah dalam setiap perbincangan yang ada. Jika kamu beruntung—dan dianggap kompeten—bisa saja ada yang akan mengajakmu untuk berkolaborasi dengan mereka.
Tiru hasil kerja para desainerDesainer UX | Tiru jangan curi

Hindari penggunaan ide yang seratus persen sama dengan inspirasimu | Sumber: Phinemo

Meniru sebuah desain bukan berarti mencurinya. Dalam sebuah artikel, praktisi dan pengajar di bidang user interface Erik Kennedy sempat berbicara tentang peningkatan kemampuan desain seseorang dengan meniru cara para profesional bekerja.

Aktivitas meniru tersebut dinamakan copywork, yaitu sebuah teknik yang digunakan selama berabad-abad oleh penulis dan pelukis. Copywork adalah proses untuk membuat ulang sebuah karya yang telah ada dengan tetap menjaga nuansanya tetap sama. Selain untuk menghasilkan sebuah karya, copywork juga digunakan sebagai media latihan untuk mengasah kemampuan.

Teknik ini terbilang simpel. Kamu hanya perlu mencari sebuah karya yang menurutmu sangat menginspirasi dan mulailah membuat sesuatu yang bernuansa sama. Ini tidak bisa disebut mencuri, karena kamu tidak seratus persen menyamai karya tersebut.

Inilah yang dilakukan oleh desainer fesyen terkenal Michael Kors. Setelah bertahun-tahun berkecimpung di dunia fesyen, Kors banyak terinspirasi dari berbagai model busana yang dibuat oleh tempatnya bekerja, Louis Vuitton.

Bukannya serta-merta menjiplak secara total, tetapi ia melakukan beberapa perubahan dari segi desain dan material yang digunakan.

Setelah memutuskan untuk merintis brand sendiri, Kors meluncurkan berbagai produk fesyen yang serupa dengan berbagai merek terkenal di pasaran—dengan harga jauh lebih terjangkau. Hasilnya? Kors berhasil mendapatkan perhatian dari kalangan menengah dengan deretan lini produknya.

Walau sekilas apa yang dilakukan Michael Kors terkesan ilegal, tetapi nyatanya tidak. Ia bukannya serta-merta menjiplak karya sebuah brand secara total, tetapi ia melakukan beberapa perubahan dari segi desain dan material yang digunakan. Ini menghasilkan sebuah produk yang berdesain premium, namun tetap terjangkau. Selama permintaan pasar atas produk premium yang “ekonomis” masih tinggi, fenomena ini masih akan terus ada.

Bangun identitas digitalDesainer UX | Bangun Identitas Digital

Tidak hanya blogger dan YouTuber yang butuh identitas digital. Kamu juga! | Sumber: Pexels

Perekrut biasanya akan mengecek jejak digital yang kamu tinggalkan di internet. Yakinkan kembali bahwa kamu telah berlaku baik serta tidak memiliki rekam jejak digital yang buruk.

Mulailah untuk menghapus post yang dirasa kurang berkenan serta perbanyak hal-hal yang sifatnya knowledge sharing. Ini akan membuat perekrut melihatmu sebagai seorang pribadi yang positif.

Untuk membangun citra positif dari dirimu di internet, kamu dapat membuat blog pribadi untuk membagikan apa saja yang telah kamu pelajari selama ini. Selain itu, kamu juga dapat memamerkan apa yang telah kamu kerjakan di situs web seperti DeviantArt, Behance, atau Dribbble.

Selain kamu akan mendapatkan nilai plus di mata perekrut, komunitas juga akan mendapatkan manfaat dari apa yang telah kamu kontribusikan ke ekosistem.

Menjadi seorang kandidat unggul tidak menuntutmu untuk menjadi seseorang yang sempurna. Seorang desainer yang baik akan sangat terbantu apabila mereka memiliki kemampuan storytelling yang baik, kemampuan penyelesaian masalah, serta cocok dengan kultur di tempat di mana ia bekerja.

read also

BACA JUGA

Jangan jadi bagian dari generasi millennial yang rawan dipecat

Ketika kamu siap untuk memasuki dunia profesional, kamu harus yakin atas kemampuan yang kamu miliki. Jadilah seseorang yang fleksibel, cepat beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan, serta termotivasi untuk mempelajari hal-hal baru. Hal ini akan memicu kawan sekerjamu untuk melakukan hal yang sama.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

512
512