Brankas Sediakan Layanan Solusi Pembayaran bagi Platform E-commerce
Techinasia — 17 Apr 2018 16:00

Founder: Todd Schweitzer, Ken Shaw
Industri: Fintech
Status pendanaan: telah menerima pendanaan seri A

  • Brankas mengembangkan software yang bersifat plug and play dengan empat fitur untuk membantu pengelola platform marketplace online memproses pembayaran dari pembeli, antara lain:
    • Automatic Payment Matching
    • In Web/In App Checkout
    • Disbursement Tool
    • Dashboard
  • Software buatan Brankas telah terhubung dengan API milik Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BCA. Mereka juga tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah bank lain.

button ulasan startup

Sejak tahun 2009, Ken Shaw melihat metode pembayaran yang berlaku di Indonesia tertinggal jauh dibanding negara-negara lain seperti India, Cina, ataupun Amerika Serikat. Selain itu, Shaw juga melihat kebutuhan masyarakat Indonesia untuk mengakses layanan perbankan dengan lebih cepat.

Setelah mempertimbangkan dua hal tersebut, Shaw bersama Todd Schweitzer mendirikan startup Brankas bernama pada November 2016. Brankas menawarkan software bersifat plug and play dengan fungsi sebagai integrator metode pembayaran yang menghubungkan langsung antara penjual dan pembeli.

Software Brankas memungkinkan penjual melakukan permintaan pembayaran langsung kepada pembeli melalui aplikasi. Pembeli akan mendapatkan kode OTP saat hendak melakukan pembayaran guna keperluan verifikasi yang lebih cepat dibanding melalui proses pencocokan manual.


Ubah fokus ke marketplace online

Solusi Brankas pada awalnya ditujukan pada penjual yang berjualan di media sosial, seperti Instagram. Namun model bisnis ini ternyata kurang diminati, sehingga Brankas melakukan shifting pada Juli 2017 dengan menyasar klien dari kalangan perusahaan.

Menurut Head of Business Development and Government Affairs Brankas Luki Hakim, pihaknya menawarkan empat fitur unggulan untuk klien perusahaan, yakni:

  • Automatic Payment Matching

Fitur ini dikembangkan setelah Brankas mendengar kebutuhan dari klien marketplace, di mana mereka merasa repot harus mencocokkan secara manual antara permintaan pembayaran dengan kode unik dari pembayaran yang dilakukan pembeli.

“Yang mereka mau payment matching ini sudah otomatis tanpa memakai kode unik. Kami ada algoritmenya,” kata Luki kepada Tech in Asia Indonesia.

  • In Web/In App Check Out

Pembeli yang mengunjungi suatu marketplace online bisa melakukan pembayaran langsung di aplikasi atau situs web layanan tersebut. Luki menuturkan fitur ini bisa membantu marketplace mengurangi jumlah pembeli yang batal melakukan transaksi dan meningkatkan conversion rate di platform masing-masing.

“Salah satu penyebab batalnya transaksi karena calon pembeli harus keluar dari platform tersebut. Ada kemungkinan dia melihat barang serupa yang lebih murah di tempat lain,” jelasnya.

  • Disbursement Tool 

Di beberapa marketplace atau platform e-commerce, ada yang menerapkan kebijakan tertentu dalam hal service level agreement (SLA) terkait pembayaran kepada penjual di platform masing-masing. Layanan dari Brankas bisa membuat proses pembayaran ke pihak penjual jadi lebih lancar, sambil meminimalkan campur tangan karyawan perusahaan.

“Disbursement Tool ini membuatnya otomatis. Selama ini karena masih manual, karyawan finance mereka harus bekerja secara shift, beroperasi selama 24 jam dan tak ada liburnya,” tuturnya.

  • Dashboard

Fitur ini berfungsi untuk melihat semua transaksi yang terjadi di platform marketplace atau e-commerce secara keseluruhan. Termasuk memantau transaksi secara real time.

Tampilan situs web Brankas | Screenshot

Tarif berdasarkan jumlah transaksi

Brankas melakukan monetisasi dengan menerapkan biaya per transaksi pada klien yang memakai software buatannya. Biaya yang dibebankan bervariasi, tergantung jumlah transaksi di platform masing-masing klien.

Untuk batas bawah, Brankas mengenakan biaya sebesar Rp500 per transaksi untuk minimal 50.000 transaksi per hari. Sedangkan batas atasnya, Brankas membebankan biaya Rp3.000 per transaksi untuk jumlah transaksi 500 transaksi per hari.

Semakin besar transaksinya, maka biayanya semakin murah.

Luki Hakim, Head of Business Development and Government Affairs Brankas

Saat ini, layanan software yang disediakan Brankas baru terhubung dengan application programming interface (API) empat bank, yakni BNI, BRI, Mandiri, dan BCA. Mereka juga tengah dalam proses menghubungkan layanan mereka dengan CIMB Niaga.

Artinya, jika ada pembeli dari klien Brankas yang melakukan transaksi selain dari empat bank tersebut, maka klien tak bisa memanfaatkan empat fitur yang sudah disediakan Brankas. Empat fitur ini juga belum bisa digunakan bagi pembayaran yang dilakukan di gerai-gerai minimarket.

Online Payment | Ilustrasi

Sumber gambar: Sharp School

Tak sama seperti payment gateway

Satu hal yang ditegaskan Luki adalah perusahaannya bukanlah penyedia payment gateway, karena transaksi pembayaran langsung diteruskan ke bank-bank yang sudah terhubung dengan software mereka. Menjelaskan perbedaan antara Brankas dengan penyedia payment gateway menjadi tantangan tersendiri yang dihadapi pihak Brankas ketika menjelaskan layanannya.

“Kami sama sekali tidak menyimpan uang. Yang kami sediakan adalah algoritme pemrograman yang bisa plug in langsung. Kalau payment gateway, dananya disimpan dulu, kami tidak menyimpan dana.”

Ketika menghubungkan API bank dengan software buatan Brankas, Luki menilai hal tersebut tidak sulit karena pada dasarnya bank membuka API miliknya untuk umum bagi nasabah yang memiliki akun bisnis. Setelah terhubung, Brankas bisa menambahkan fitur-fitur yang mempermudah para kliennya memproses transaksi pembayaran.

Luki menambahkan, Brankas tidak bersaing dengan penyedia payment gateway secara langsung. Kompetitor langsungnya justru adalah layanan Virtual Account yang disediakan oleh bank itu sendiri. Sedangkan di luar negeri, kompetitor yang menawarkan layanan hampir serupa seperti Brankas adalah Stripe.

read also

BACA JUGA

DANA resmi hadirkan layanan pembayaran digital di Indonesia

Adapun selain di Indonesia, Brankas juga beroperasi di Singapura, Filipina, dan Malaysia. Di Filipina, layanan Brankas digunakan untuk kebutuhan otomatisasi pembayaran polis dari sebuah perusahaan asuransi.

Meski begitu, operasional terbesar Brankas masih tetap di Indonesia. Mereka kini juga tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa platform P2P lending di tanah air untuk kebutuhan otomatisasi pencairan dana ataupun tagihan.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

512
512