GoPro Hero, Versi Murah Hero 6 yang Tidak Murahan
Detik — 8 Jun 2018 06:25

GoPro Hero​​​​​​​

Jakarta - Belum lama ini GoPro merilis kamera aksi seri Hero terbaru di Indonesia. Bernama GoPro Hero, perangkat ini menyasar kelas entry-level.

Dalam peluncurannya, GoPro menyebutkan bahwa kamera aksi terbarunya itu adalah kembaran Hero 6 dengan harga yang lebih murah. Lalu apakah versi murah ini malah menjadi kekurangan bagi Hero? Atau justru kebalikannya? Berikut ulasannya.

Bicara masalah desain, Hero dan Hero 6 memiliki bentuk dan ukuran yang identik, lengkap dengan warna doff ala GoPro. Di bagian depan, terdapat lensa kamera wide ditemani layar monokrom berbentuk persegi untuk menunjukan indikator baterai dan memori.

Berpindah ke bagian sisinya, terpasang tombol shutter dengan lingkaran merah di sebelah kiri atas dan tombol on/off di bagian sisi kirinya. Pada sisi kanan terdapat dua slot konektivitas, yakni USB Type-C dan HDMI, sedangkan pada bagian bawah terdapat slot untuk baterai dan lubang speaker. Tutup dari masing-masing slot memiliki lapisan berbahan karet untuk menahan masuknya air ke dalam kamera.

Lanjut ke bagian belakang, kamera action ini mengusung layar LCD sentuh berukuran 2 inci dengan tampilan antarmuka khas GoPro. Selain itu, terdapat lampu indikator LED super kecil di bagian depan dan belakangnya.

Kamera action ini dibuat dengan menggunakan material plastik dengan berat sekitar 117 gram. Bobotnya terhitung cukup untuk ukuran kamera action dan pas di genggaman.

Secara kemampuan merekam foto dan video, GoPro tidak perlu diragukan lagi. Hero memiliki kualitas HD video recording (1440p dan 1080p) dengan frame rate 30 fps hingga 60 fps wide-angle, dan foto dengan resolusi 10 megapiksel.

Sayangnya, pada kamera ini tidak mendukung resolusi 4K. Pengoperasiannya sendiri dapat digunakan langsung maupun menggunakan ponsel melalui aplikasi GoPro.

Untuk kondisi cahaya yang minim, hasil jepretan menampilkan gambar yang cukup baik. Namun, harus diakui masih terdapat noise. Ketika kondisi cahaya yang normal seperti pada siang hari, hasil foto dan videonya mampu menghasilkan warna dan kontras yang cukup tajam, terutama untuk pengambilan gambar outdoor.

Kami pun menguji ketahanan baterai GoPro Hero untuk merekam video format 1440p 60 fps dan mengambil beberapa foto tanpa dimatikan. Hasilnya, Hero bertahan hinggal 1 jam 13 menit penggunaan dari kondisi baterai penuh.

GoPro Hero memang pantas disebut 'kembaran' dari Hero 6. Selain bentuk, terdapat fitur tahan air tanpa mounting (untuk kedalaman maksimal 10 meter) dan kendali suara. Kami mencoba 'mengajak' kamera ini untuk berenang, hasilnya HERO masih dapat berfungsi dengan cukup baik di dalam air.

Lanjut, kami mencoba menggunakan fitur kendali suara berbahasa Inggris. Namun, kami mendapati kamera ini masih kurang responsif dalam menangkap perintah suara sehingga kami perlu berkali-kali mengulang perintah mengambil gambar.

GoPro cukup percaya diri ketika meluncurkan Hero di Indonesia. Mereka yakin dapat menjamah pasar entry-level untuk kamera action terbarunya. Hal ini mengingat, selama ini kamera Action GoPro memiliki harga yang cukup mahal.

GoPro Hero memiliki berbagai fitur seperti Hero 6. Selain itu, kamera ini mampu menghasilkan gambar yang cukup baik walaupun tidak mendukung resolusi 4K. Namun, karena penggunaan resolusi 4K jarang digunakan untuk merekam video sehari-hari, banderol Rp. 3,399 juta adalah harga yang cukup murah untuk kamera action sekelas GoPro.

512
512