Teknologi Pengenal Wajah di Bandara Gantikan Paspor
Detik — 6 Jul 2018 13:37

- Bandara di Sydney, Australia, telah mulai melakukan pengujian teknologi facial recognation atau pengenalan wajah bagi para penumpang pesawat. Apa gunanya?

Ketika nanti diimplementasikan secara penuh, sistem ini akan memungkinkan penumpang untuk menyelesaikan sebagian besar proses perjalanan hanya dengan menggunakan wajah mereka sebagai identifikasi beragam akses.

Bandara Sydney pun bekerja sama dengan maskapai Qantas yang bertindak sebagai mitra peluncuran untuk uji coba sistem, dengan penumpang pada penerbangan internasional terpilih ikut menjadi peserta.

Banyak hal telah diuji, mulai dari check-in otomatis, penaruhan tas, kemudian akses lounge dan boarding. Adapun check in secara mobile dan pemrosesan imigrasi akan dilakukan dalam uji coba di masa mendatang.

"Di masa depan, tidak akan ada lagi paspor dan bongkar-bongkar tas saat melakukan check in dan mencari smartphone untuk menunjukkan boarding pass Anda," kata Geoff Culbert, CEO dari bandara Sydney.

"Wajah Anda akan menjadi paspor dan boarding pass di setiap proses," kata dia.

Dilansir

dari

, Jumat (6/7/2018), bandara Sydney merupakan bandara internasional utama di Australia dengan 43 juta penumpang setiap tahunnya dilayani di sana.

Mereka mengatakan bahwa persetujuan dari semua penumpang yang mengambil bagian dalam pengujian ini telah mematuhi standar privasi ketat dan mematuhi semua undang-undang yang berlaku.

"Kebutuhan maskapai penerbangan dan bandara untuk menawarkan pengalaman bandara yang lebih cepat dan lebih nyaman semakin meningkat dan kami senang melihat apa yang dihasilkan oleh uji coba." ujar Vanessa Hudson chief customer officer Qantas.

"Penumpang Qantas tidak hanya dapat check-in untuk penerbangan mereka, teknologi ini juga berlaku untuk staff lounge kami, yang dapat menciptakan pengalaman yang lebih pribadi ketika penumpang tiba," tambahnya

512
512