4 Cara Mudah Meningkatkan User Engagement pada Website
Techinasia — 27 Jul 2018 13:30

Tingkat user engagement pada sebuah situs web adalah salah satu indikator penting untuk menentukan peringkat di mesin pencari. Jumlah traffic pengunjung tidak akan berarti banyak jika kamu gagal mendorong mereka untuk berinteraksi.

Memancing reaksi pengunjung juga merupakan langkah krusial dalam proses konversi. Jika tidak ada user engagement, akan sulit meyakinkan pengunjung untuk membeli atau berlangganan produk yang kamu tawarkan.

Sebenarnya ada beberapa langkah sederhana yang bisa langsung kamu terapkan untuk meningkatkan user enggagement di website.

Dengarkan audiensmu

User Engagement | Listen to the User

Semakin kamu mendengarkan pengunjung, semakin kamu mengetahui apa yang menjadi kebutuhan mereka | Sumber: Pexels

Mengadakan polling dan survei merupakan cara efektif untuk mengukur tingkat user engagement serta seberapa baik kamu mempertahankannya. Lewat kegiatan ini, kamu bisa mendapat insight berupa metrik dari aktivitas pengunjung situs web.

Tentu saja, ada berbagai tool analitik untuk membantumu mendapatkan data berbagai metrik, seperti jumlah traffic dan demografis pengguna. Namun upaya polling dan survei akan memberikan informasi yang lebih mendalam berupa data tentang motif dan kebutuhan pengunjung.

Untuk mempraktekkan hal ini, kamu tidak perlu repot mengirimkan email ke tiap pengujung. Cukup dengan menyelipkan polling atau survei di dalam web lalu minta sedikit waktu mereka untuk mengisinya. Setelah itu, analisis data yang kamu kumpulkan untuk mengetahui minat dan kebutuhan pengunjung.

Kamu juga kini memiliki data awal untuk melakukan peningkatan kualitas website. Hilangkan fitur yang sekiranya kurang mendapat perhatian pengunjung, dan tingkatkan kualitas fitur yang mereka gemari.

Gunakan desain layout yang simpel

User Engagement | Simple Design

Tech in Asia mendengarkan suara audiens kami dan merancang website sesuai dengan kebutuhan pengguna kami

Coba bayangkan kamu sebagai seorang pengunjung situs web. Tentu kamu tidak akan nyaman melihat tampilan yang berantakan dengan berbagai banner iklan. Untuk menghindari ini, pengelola web harus memperhatikan seluruh elemen agar tetap seimbang dan menarik — termasuk sisi desain.

Layout yang simpel akan mempertajam fokus dari elemen penting yang ada di website. Selain itu, desain yang minimalis akan mempersingkat waktu muat dari sebuah halaman web. Aspek pengalaman berselancar pengguna lewat perangkat mobile juga penting untuk kamu perhatikan. Jangan sampai layout website terlihat berantakan di browser smartphone.

read also

BACA JUGA

Cara membuat landing page pada situs web yang efektif

Salah satu tren yang dapat kamu terapkan adalah desain situs one-page website, di mana seluruh elemen web berada dalam satu halaman. Selain akan mempermudah nevigasi pengunjung, desain ini juga terlihat rapi di versi mobile.

Manfaatkan reward dan insentif

User Engagement | Happy User

Berikan insentif kepada pengguna untuk meningkatkan interaksi mereka di website | Sumber: Pexels

Siapa yang tidak tertarik dengan “gratisan”? Jangan heran jika para pengunjung sampai rela mengisi survei atau data diri ketika ada imbalan e-book gratis atau free trial dari sebuah layanan. Lewat aksi giveaway, kamu bisa menunjukkan penghargaanmu terhadap interaksi para pengunjung.

Mulailah dengan melakukan beberapa hal simpel seperti penggunaan leaderboard dan badge. Cara-cara tersebut bisa memancing pengguna lebih aktif berinteraksi di website. Kamu bisa memberikan produk gratis atau voucer kepada pengguna yang berhasil masuk ke dalam leaderboard atau memiliki badge. 

Dengan memberikan insentif kepada pengunjung, secara tidak langsung kamu telah meningkatkan loyalitas dan peluang menggaet pelanggan baru. Sebuah laporan menyebutkan dengan menawarkan hal-hal kecil secara gratis, para pelaku bisnis dapat menjaga tingkat user engagement.

Bagikan pengetahuan kepada pengunjung

User Engagement | Share Your Knowledge

Jangan takut untuk berbagi pengetahuan dengan audiensmu! | Sumber: Pexels

Tidak sedikit perusahaan yang enggan membagi pengetahuan yang mereka miliki. Mereka khawatir nantinya pengguna “kabur” setelah mengetahui “rahasia dapur” perusahaan. Hal ini tidak sepenuhnya salah, namun coba kamu jawab pertanyaan ini: mengapa masih ada restoran yang ramai padahal buku resep sudah bertebaran di mana-mana?

Semakin banyak pengetahuan yang kamu bagikan kepada audiens, semakin banyak juga hal positif yang kamu dapat. Beberapa komunitas online justru terkenal karena rutin membagikan pengetahuan kepada audiens. Hal ini akan membuat pengunjung terus kembali ke website untuk berbagi pengetahuan.

Tak jarang jika suka dengan konten web, pengunjung akan dengan senang hati membagikannya ke sosial media dan menjadi pemasar potensial.

,

Apabila bisnismu bergerak di bidang lead generation, tunjukkan kemampuanmu melalui berbagai panduan serta e-book. Hal ini akan meningkatkan otoritas bisnismu di mata pengunjung.

Jika bisnismu berkaitan dengan e-commerce, sisihkan waktu untuk membuat ulasan singkat dari sebuah produk. Nantinya jangan heran jika pengguna kembali datang kepadamu untuk meminta saran sebelum membeli produk.

Apa pun caramu memancing interaksi pengunjung website, kamu akan membutuhkan konten yang sesuai dengan preferensi pengguna. Kamu bisa saja menjejalkan situs web yang kamu buat dengan berbagai kata kunci untuk mendapatkan traffic. Namun hal ini tidak berarti jika traffic tersebut tidak dapat dikonversi menjadi keuntungan bagi bisnis.

Situs web yang kamu miliki adalah pintu terdepan dari identitas bisnismu di dunia maya. Pastikan kamu telah menerapkan strategi terbaik untuk meningkatkan user engagement. Jangan takut untuk bereksperimen dengan berbagai metode untuk menemukan strategi yang paling cocok bagi bisnismu.

(Diedit oleh Fairuz Rana Ulfah)

512
512