Bina Startup, Samsung Luncurkan Global Startup Acceleration Program
Telsetnews — 30 Jul 2018 12:08

Telset.id, Jakarta – Samsung meluncurkan Global Startup Acceleration Program (GSAP) di Indonesia. Program ini merupakan sebuah program pembinaan bagi para mahasiswa maupun usia pekerja yang sedang merintis usaha startup.

Samsung hadir di Indonesia untuk menginpirasi masyarakat terutama generasi mudanya agar menjadi lebih produktif berkarya dan bisa melakukan lebih banyak hal dengan bantuan inovasi dan teknologi, dan kami juga secara aktif ingin mendukung pemerintah dalam memajukan bangsa,” papar JaeHoon Kwon, President Samsung Electronics Indonesia.

lebih lanjut, Akan ada empat negara yang menjadi tujuan Program GSAP tahun ini, dan implmenetasinya di Indonesia dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Universitas Gajah Mada yang juga menjadi tuan rumah selama proses pembinaan berlangsung, ujar Kwon.

Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Hari Sungkari mengatakan, selain proses inovasi dari ide hingga menjadi produk yang menghasilkan nilai di pasar, startup juga perlu membangun tim pendiri yang kuat dan berkomitmen, mengembangkan keduanya bersama-sama menjadi bisnis dan organisasi yang bertumbuh.

BACA JUGA

“Kami percaya pelatihan seperti ini dapat membantu startup membangun fondasi yang kuat, sehingga dapat membuka kesempatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa depan,” ungkap Hari Sungkari, Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF)

Dalam program ini, Samsung Electronics Co. Ltd mengirimkan 32 orang karyawan sebagai relawan yang memberikan pelatihan selama lima hari, sebagai bagian dari kegiatan Employee Volunteering Program (EVP).

EVP adalah aksi sosial tahunan dari karyawan Samsung, di mana para peserta berkesempatan untuk mengikuti misi relawan selama seminggu ke negara lain untuk berbagi talenta mereka di berbagai tempat, dengan program yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing area. Tahun ini merupakan tahun ketiga aksi EVP kembali dilakukan di Indonesia setelah dua tahun sebelumnya kegiatan difokuskan dalam bidang pendidikan untuk memperbaiki sekolah dan membangun ruang kelas IT beserta perangkat pendukungnya.

“EVP lahir dari upaya perusahaan dalam memanfaatkan talenta tenaga kerjanya untuk kemajuan masyarakat. Kami mengapresiasi Indonesia yang telah melahirkan startup yang besar dan telah membuka kesempatan baru bagi banyak orang. Kami sangat senang melihat antusiasme peserta pada program ini, ada lebih dari 150 startup dari Surabaya, Lampung, Makassar, Bontang, Jakarta, Medan, Bandung, Surakarta, Semarang dan Yogyakarta yang mengajukan proposalnya. UGM sebagai partner kami kemudian membantu menyeleksi menjadi 50 proposal yang kemudian dikirim ke Korea untuk dinilai lebih lanjut. Akhirnya terpilih 23 tim startup yang dapat mengikuti sesi pembinaan dalam Samsung GSAP 2018 agar pelatihan dengan mentor-mentor karyawan Samsung yang telah disiapkan lebih kondusif, diksusi dapat lebih mendalam dan materi yang diberikan dapat diterima dengan lebih maksimal,” terang Jihyun Yoon, Corporate Social Contribution, Samsung Electronics Co. Ltd.

Kurang dari dua tahun. Sesi pembinaan dalam Samsung GSAP 2018 ini dilaksanakan di Yogyakarta, dari tanggal 23 hingga 27 Juli 2018, melibatkan 32 relawan karyawan Samsung sebagai mentor dan 23 tim startup yang terpilih dengan total 63 peserta dari Jakarta, Medan, Bandung, Surakarta, Semarang dan Yogyakarta.

Di akhir pelatihan, tiga startup dengan ide pengembangan terbaik akan dipilih untuk mendapatkan pembinaan lanjutan secara online selama enam bulan dan berkesempatan mengikuti kompetisi berskala Asia Pasifik dan Oceania, bersaing dengan negara lain seperti India, Malaysia, dan juga Afrika Selatan. Kepedulian Samsung akan pertumbuhan kualitas startup di Indonesia ini sejalan dengan gerakan nasional 1.000 startup digital yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia pada Juni 2016 untuk membuat Indonesia menjadi titik fokus ekonomi digital di Asia. (MS)

512
512