Marak Aksi Protes, Bangladesh Matikan Akses Internet
Telsetnews — 6 Aug 2018 17:25

Telset.id, Jakarta – Pemerintah Bangladesh mematikan akses internet di seluruh wilayah guna meredam protes besar-besaran yang dilakukan oleh para pelajar. Sebab, protes tersebut berujung kepada aksi kekerasan.

Selama beberapa pekan terakhir, para pelajar Bangladesh menggelar aksi turun ke jalan di sejumlah wilayah di ibu kota Dhaka. Mereka memprotes standar buruk keselamatan berkendara setelah dua remaja tewas tertabrak truk.

Sampai Sabtu (4/8) lalu, protes para pelajar di wilayah Jigalata, Dhaka, berubah menjadi bentrokan dan kekerasan dengan lebih dari 100 orang terluka. Polisi menembakkan peluru karet dan gas air mata.

Media Prothom Alo seperti dilaporkan ChannelNewsAsia mengatakan bahwa jaringan internet 3G dan 4G tak dapat digunakan selama 24 jam sejak insiden bentrok pecah pada Sabtu lalu.

Media sosial di Bangladesh penuh komentar dari warga. Mereka mengeluh tak dapat mengakses internet melalui ponsel meski untuk akses melalui jaringan kabel dan nirkabel tak terganggu.

Jahirul Haq, kepala Bangladesh Telecommunications Regulatory Commision (BTRC), mengaku menerima instruksi dari pemerintah terkait hal itu. Namun, ia tidak menjelaskan secara lebih lanjut.

Pemutusan akses internet oleh BRTC dianggap sebagai upaya untuk membatasi kemungkinan para pelajar dan mahasiswa memobilisasi atau menyebarkan kemarahan netizen terkait cara pemerintah menggunakan cara untuk mengatasi aksi protes.

Sejumlah gambar dan foto serangan terhadap pelajar dan mahasiswa yang disinyalir dilakukan oleh aktivis dari partai penguasa bertebaran di media sosial. Hal tersebut turut menciptakan kemarahan baru.

Pihak kepolisian membantah menembakkan peluru karet atau gas air mata kepada demonstran. Namun, staf rumah sakit mengatakan bahwa puluhan orang terluka, beberapa di antaranya serius karena terkena tembakan peluru karet.

512
512