Karyawan Facebook Diminta Pura-pura Bahagia?
Detik — 9 Jan 2019 09:50

- Pegawai

kabarnya diharapkan selalu tetap bahagia dan seolah tak pernah terjadi masalah. Pada bulan Oktober lalu, dilakukan pertemuan para karyawan untuk membicarakan uneg-uneg mereka. Nah, seorang karyawan curhat langsung pada Chief Operating Officer Facebook,

"Aku segan berbicara, Sheryl, karena ada tekanan bagi kami bahwa semuanya baik-baik saja dan bahwa kami cinta bekerja di sini," kata karyawan itu menurut sumber yang ikut hadir di sana.

"Tidak seharusnya ada tekanan semacam itu untuk berpura-pura menyukai sesuatu ketika aku tidak merasa demikian," lanjut dia yang disambut tepuk tangan pegawai lainnya, seperti dikutip

dari CNBC.

Budaya kantor Facebook kabarnya mengharuskan karyawan menempatkan perusahaan di atas segalanya, menuruti bos serta ramah tamah pada karyawan lain. Budaya semacam itu dinilai membuat pegawai lebih banyak diam dan tidak melakukan kritik atau umpan balik pada perusahaan.

Sumber mantan karyawan Facebook pun menilai hal itu turut berkontribusi pada merebaknya skandal yang menerpa Facebook, seperti kebocoran data user serta hoax yang mempengaruhi pemilu. Jika karyawan berbicara jujur, kasus tersebut barangkali dapat dicegah.

"Ada budaya yang nyata di mana bahkan jika kalian merasa menderita, kalian harus berakting seolah menyukai tempat ini. Tidak bagus jika bertingkah bahwa perusahaan ini bukan tempat kerja terbaik," kata seorang mantan karyawan yang resign Oktober lalu.

Keputusan perusahaan pun banyak yang top down, yang dibuat oleh pimpinan dan anak buah tidak bisa mengkritik banyak. "Kalian tidak bisa memiliki terlalu banyak suara individu. Seperti semakin banyak tentara, semakin sedikit individu punya suara. Mereka harus mengikuti pimpinan," sebut seorang pegawai yang keluar tahun 2017.

Di sisi lain, skandal-skandal yang ada kemudian tidak hanya membuat Facebook menjadi perhatian khusus regulator, tapi juga bagi pegawainya. Berdasarkan daftar 100 tempat kerja terbaik di AS yang diterbitkan Glassdoor, posisi Facebook dalam daftar tersebut jatuh bebas.

Facebook sebelumnya menempati posisi pertama di tahun 2018. Namun, untuk tahun 2019 ini mereka turun ke posisi tujuh. Pemeringkatan ini dibuat berdasarkan suara dari para karyawan.

512
512