Disokong Alibaba, Startup Bike-Sharing Ini Malah Nyaris Bangkrut
Telset — 20 Dec 2018 14:45

Telset.id, Jakarta – Mendapat sokongan Alibaba, tak serta merta menjamin kelancaran (operasi) sebuah perusahaan rintisan atau startup. Buktinya Ofo, startup asal China yang membidangi penyewaan sepeda (bike-sharing) ini malah dikabarkan nyaris bangkrut. Kok bisa?

Harian Financial Times mengabarkan bahwa perusahaan yang sudah membuka layanannya di Singapura ini mengalami masalah keuangan yang besar, terkait arus kas mereka. Bahkan perusahaan ini sudah mempertimbangkan untuk mengajukan klausul bangkrut ke otoritas keuangan setempat.

Founder Ofo, Dai Wei dikabarkan sudah menulis surat resmi kepada para karyawan yang mengungkapkan masalah arus kas yang sudah akut tersebut.

“Saya sudah berkali-kali memikirkan… bahkan membubarkan perusahaan dan mengajukan kebangkrutan,” ujar Dai Wei dalam suratnya, seperti dilansir channelnewsasia, Kamis (20/12/2018).

Menurut Dai, manajemen perusahaan telah mengalami tekanan sangat besar pada arus kas selama tahun ini. Hal itu membuat perusahaan sulit untuk memenuhi kewajiban mereka, seperti mengembalikan simpanan ke pengguna layanan, membayar hutang ke pemasok dan lainnya.

“… Untuk menjaga perusahaan terus berjalan, kami harus membagi setiap renminbi (mata uang China) yang masuk menjadi 3,” tukas dia.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dan komentar dari pihak Grup Alibaba maupun Ofo.

Industri bike sharing China sendiri telah menghabiskan ratusan miliar dolar AS dalam pertempuran untuk mendominasi kota-kota kunci. Persaingan ketat ini membuat jalan-jalan kota tersebut dibanjiri oleh ribuan sepeda dari penyedia layanannya.

Pada Agustus lalu, Reuters mengabarkan bahwa Didi Chuxing, raksasa ride hailing China dan perusahaan keuangan milik grup Alibaba, Ant Financial, melakukan pembicaraan dengan Ofo untuk melakukan pembelian bersama. Rencana tersebut membuat potensi nilai startup yang layanannya mudah dikenali karena menggunakan sepeda kuning itu mencapai US$ 2 miliar atau mencapai Rp 28 triliun. [WS/IF]


512
512