Donald Trump Teken Program American AI Initiative, Apa Itu?
Telsetnews — 12 Feb 2019 17:35

Telset.id, Jakarta – Amerika Serikat (AS) masih menjadi pemimpin dalam industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Untuk memperkuat posisinya, Presiden AS, Donald Trump pun dikabarkan telah menandatangani program American AI Initiative. Apa itu?

Perlu diketahui, posisi AS sebagai pemimpin industri AI “sedikit terganggu” dengan hadirnya beberapa negara yang juga sedang menggeber teknologi tersebut di berbagai bidang.

Melihat fenomena itu, AS tak tinggal diam. Trump pun langsung menandatangani peraturan untuk pembuatan program American AI Initiative, yang merupakan program pengembangan AI canggih di AS.

Pemerintah AS akan fokus kepada pendanaan dan sumber daya untuk riset serta pembuatan standar internasional AI di dunia.

Program itu juga mencakup pelatihan pekerja AS di bidang AI. Namun, AS tak menyebut sumber dana baru untuk riset AI.

Dikutip Telset.id dari The Verge, Selasa (12/02/2019), pemerintah AS tidak pula menjelaskan target waktu pencapaian program. Mereka hanya berjanji menyampaikan rencana yang lebih detail dalam waktu enam bulan mendatang.

“AS telah mendapatkan untung besar karena menjadi pengembang pertama dan pemimpin pengembangan AI. Pengembangan AI di dunia telah semakin cepat. AS pun tidak bisa diam melihatnya,” ujar juru bicara Gedung Putih.

Menurut juru bicara pemerintah AS, ada lima tujuan dalam program American AI Initiative. Pertama adalah riset dan pengembangan. Badan federal akan diminta untuk memprioritaskan investasi AI dalam budjet riset dan pengembangan.

Kedua, memudahkan akses ke sumber daya seperti data, algoritma, dan kemampuan komputasi untuk para peneliti. Kemudian ketiga dan keempat adalah standar etis dan otomatisasi. Terakhir, penjangkauan internasional lewat kerja sama.

Sejauh ini, ada 18 negara yang telah meluncurkan strategi pengembangan AI nasional. Angka yang disiapkan oleh masing-masing negara beragam, mulai USD 20 juta atau Rp 282 miliar hingga USD 2 miliar atau sekira Rp 28,2 triliun. (SN/FHP)

512
512