Spotify Bakal Blokir Pengguna yang Pakai Ad Blocker
Telsetnews — 10 Feb 2019 11:48

Telset.id, Jakarta – Spotify baru-baru ini memperbarui kebijakan, menargetkan pengguna yang menggunakan aplikasi pemblokir iklan. Mereka mengonfirmasi punya beberapa cara untuk mendeteksi dan menyelidiki pengguna yang memblokir iklan atau menggunakan Ad Blocker.

Spotify menyebut perusahaannya telah melakukan sejumlah langkah guna mendeteksi, menyelidiki, dan menangani manipulasi yang dilakukan pengguna ketika dia mendengarkan musik secara streaming dari layanannya.

Akun Spotify yang ditemukan menggunakan aplikasi pemblokir iklan akan dinonaktifkan mulai tanggal 1 Maret mendatang, saat peraturan baru ini mulai diterapkan oleh layanan streaming musik asal Swedia ini.

Sedangkan akun versi premium tidak menjadi target penerapan kebijakan ini karena layanan musik streaming ini hanya menampilkan iklan untuk pengguna layanan versi gratis.

Pada tahun 2018 lalu, lebih dari dua juta pengguna Spotify versi gratis dilaporkan menggunakan aplikasi pemblokir iklan.

Menurut BGR, pihak perusahaan streaming musik ini telah memperbarui kebijakan mereka pada pekan ini dengan peraturan baru yang melarang penggunaan fitur pemblokir iklan atau metode pemblokiran iklan lainnya.

Akun yang ditandai mengggunakan pemblokir iklan masih akan berfungsi hingga bulan Maret mendatang. Namun, untuk dapat menikmati layanan, pengguna disarankan untuk memperbarui akun menjadi versi premium.

Tujuannya, tak lain, guna menghindari ketidaknyamanan mendengarkan musik yang harus terganggu oleh iklan. Sayang, Spotify belum mengonfirmasi soal kemungkinan diskon biaya layanan untuk versi premium.

Sebelumnya, menurut hasul survey yang dilakukan terhadap 500 pengguna Spotify di Amerika Serikat (AS) yang menggunakan layanan dari bulan Oktober hingga Desember 2018, Consumer Intelligence Research Partners (CIRP) menyebut pengguna Spotify premium atau pengguna berbayar bertambah.

Data CIRP menyebutkan pengguna berbayar di AS bertambah selama kuartal keempat tahun 2018 sebesar 41 persen. Sementara sebesar 18 persen pengguna mendengarkan lagu secara gratis, sebagai masa percobaan mereka selama 30 hari sebelum beralih ke layanan versi premium.

Secara keseluruhan, angka tersebut meningkat sebesar 13 persen, apabila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. CIRP pun menyatakan, sebesar 72 persen dari pelanggan di masa percobaan selama kuartal empat beralih menjadi pelanggan versi berbayar, meningkat dari 71 persen daripada kuartal ketiga.

Spotify juga “kehilangan” pengguna premiumnya menjelang akhir tahun lalu. CIRP menyatakan, sebesar 13 persen pengguna premium berhenti membayarkan biaya berlangganan selama bulan Oktober hingga Desember. [BA/HBS]

512
512